Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (dok: Instagram)
MONITOR, Jakarta – Program Organisasi Penggerak (POP) kian lama menuai polemik. Setelah mundurnya tiga organisasi besar, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan PGRI memilih mundur dari program ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus disorot publik.
Sejumlah kalangan meminta agar Kemendikbud mengevaluasi program ini, sebagian lainnya mendesak agar dihentikan saja.
Menanggapi polemik ini, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pihak Kemendikbud segera mengevaluasi POP yang terus menuai polemik.
“Mundurnya tiga organisasi itu menandakan memang ada masalah dari program tersebut,” kata Dasco dalam keterangannya, Senin (27/7).
Lebih lanjut Wakil Ketua Umum Gerindra ini meminta agar Kemendikbud membuka secara transparan terkait perencanaan dan pelaksanaan POP, sehingga nantinya tidak ada hal negatif hingga polemik yang timbul terhadap program tersebut.
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…
MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…
MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…
MONITOR, Pandeglang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah…
MONITOR, Tashkent - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong penguatan hubungan Indonesia…