Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (dok: Instagram)
MONITOR, Jakarta – Program Organisasi Penggerak (POP) kian lama menuai polemik. Setelah mundurnya tiga organisasi besar, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan PGRI memilih mundur dari program ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus disorot publik.
Sejumlah kalangan meminta agar Kemendikbud mengevaluasi program ini, sebagian lainnya mendesak agar dihentikan saja.
Menanggapi polemik ini, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pihak Kemendikbud segera mengevaluasi POP yang terus menuai polemik.
“Mundurnya tiga organisasi itu menandakan memang ada masalah dari program tersebut,” kata Dasco dalam keterangannya, Senin (27/7).
Lebih lanjut Wakil Ketua Umum Gerindra ini meminta agar Kemendikbud membuka secara transparan terkait perencanaan dan pelaksanaan POP, sehingga nantinya tidak ada hal negatif hingga polemik yang timbul terhadap program tersebut.
MONITOR, Malang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi rumah…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini berharap Pemerintah segera merealisasikan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti banyaknya temuan terkait…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti kondisi keuangan BPJS…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Pemerintah mengantisipasi meluasnya kebakaran…
dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah, Menjemput Maghfiroh, Menuju Jannah Alhamdulillahi Rabbil…