EKONOMI

Pengamat Yakini RUU Ciptaker jadi ‘Magnet’ Investor ke Indonesia

MONITOR, Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) diyakini akan mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja. Bahkan, RUU ini dinilai dapat menjadi solusi pemulihan ekonomi pasca krisis akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini.

Hal ini disampaikan Pengamat Ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Aldrin Herwani, kepada awak media, di Jakarta, Senin (6/7). Ia berpandangan, RUU Ciptaker dapat menjadi salah satu terobosan pemerintah di bidang regulasi. Terlebih, sambung dia, semangat RUU a quo untuk memangkas kerumitan investasi yang selama ini terjadi.

Aldrin mengatakan, saat ini banyak investor yang sedang mencari peluang dan tempat aman untuk berinvestasi.

“Investor tentu ingin menanamkan modalnya di negara yang regulasinya ramah terhadap investasi,” sebut dia.

Dibandingkan negara tetangga di kawasan ASEAN, imbuh dia, Indonesia termasuk negara yang paling tidak kompetitif dalam perkara investasi. Pernyataan Aldrin ini didukung data Bank Dunia yang menyebut Indonesia berada di peringkat 73 terkait skor kemudahan bisnisnya.

“Terpuruknya skor kemudahan bisnis di Indonesia tidak terlepas dari tumpang tindih regulasi. Kondisi ini bisa diperbaiki melalui pengesahan RUU Cipta Kerja,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Aldrin, payung hukum Omnibus Law yang bersifat sapu jagat diyakini bisa memangkas tumpang tindih regulasi yang merugikan.

“Kalau RUU Cipta Kerja disahkan sekarang, saya yakin investor akan lari ke kita. Lapangan kerja terbuka dan tingginya angka pengangguran akibat pandemi Covid-19 ada solusinya,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenag Bentuk Tim AHWA, Siapkan Seleksi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama membentuk susunan keanggotaan Ahlul Halli…

10 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Bahaya Multitafsir dalam Lampiran Perpres 8/2026 soal Faktor Pemicu Ekstremisme

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti potensi multitafsir dalam Lampiran…

11 jam yang lalu

Jasa Marga Borong 5 Penghargaan di Jakarta Marketing Week 2026, Tantang Gen Z Kembangkan Travoy

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26)…

12 jam yang lalu

Kemnaker Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja Inklusif bagi Mantan Warga Binaan

MONITOR, Malang — Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan…

13 jam yang lalu

Tegas, Kemenhaj Larang Jemaah Haji Indonesia Lakukan City Tour Sebelum Armuzna

MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan larangan pelaksanaan ziarah atau city tour…

17 jam yang lalu

Lawan Modus Baru Narkoba, Dosen UID Tekankan Kolaborasi Akademik-Keumatan di Silatnas GANAS ANNAR MUI

MONITOR, Depok - Ancaman narkotika kini menyusup melalui modus baru yang menyasar gaya hidup generasi…

17 jam yang lalu