Riza Patria Dukung Bank DKI Bantu Sektor UMKM Saat Pandemi Covid – 19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

MONITOR, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendukung penuh kebijakan Bank DKI dalam membantu sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) saat pandemi Covid-19 melanda.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang menyerang Jakarta sejak bulan Maret 2020, memaksa diberlakukannya berbagai kebijakan yang bertujuan untuk pemutusan rantai penyebaran virus berbahaya tersebut.

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi apa yang dilakukan Bank DKI dengan mengembangkan platform khusus bagi UKM yang terdampak covid-19 dengan program e-order,”ujar Riza Patria, di Balaikota, Selasa (30/6).

Dikatakannya program e-order yang dikuatkan Bank DKI ini, sebagai langkah baik untuk membantu memulih kan perekonomian Jakarta.
Sebab katanya, saat ini banyak pelaku usaha yang terpaksa melayangkan permohonan keringanan kredit atau restrukturisasi pada berbagai bank, termasuk Bank DKI.

Dijelaskannya, platform e-order tersebut, merupakan sebuah marketplace yang akan menyambungkan para pelaku UKM dengan Pemerintah Provinsi. Belanja Pemprov dinilai dapat menjadi peluang yang besar untuk pelaku UKM tersebut.

Sebelumnya, PT Bank DKI mencatatkan sebanyak 50 persen dari total debitur segmen usaha kecil, dan menengah (UKM) perseroan, yang terdampak COVID-19 telah mengajukan keringanan kredit atau restrukturisasi.

Bank DKI menyebut pandemi COVID-19 yang memberikan dampak signifikan pada segmen UKM dikhawatirkan akan mengganggu kemampuan bayar debitur, sehingga akan mengakibatkan kenaikan kredit bermasalah.

Namun, dengan adanya relaksasi yang telah diberlakukan oleh pihak otoritas jasa keuangan (OJK) akan sangat sangat membantu bank sehingga peningkatan kredit bermasalah dapat lebih ditekan.

Karena itulah Bank DKI mengembangkan platform khusus bagi UKM bernama e-order, demi memfasilitasi sekitar 50 persen UKM yang mengajukan relaksasi yang ternyata tidak terhubung ke digital.

Adapun berdasarkan laporan publikasi perseroan per Maret 2020, kredit yang disalurkan perseroan adalah sebesar Rp26,47 triliun, 3,16 persen dari total kredit tersebut disalurkan kepada debitur segmen UKM.