Anies Diminta Turun Tangan Atasi Persoalan PPDB DKI

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

MONITOR, Jakarta – Kisruh penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang terjadi di Jakarta jadi sorotan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun diminta untuk turun tangan mengatasi persoalan ini.

“Masalah pendidikan adalah bagian yang terpenting, karena ini menyangkut generasi penerus bangsa ini. Oleh karenanya persoalan ini harus secepatnya diselesaikan dengan mencari solusi yang terbaik,” ujar Ketua Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/6).

Menurutnya, Gubernur DakI Jakarta Anies Baswedan, harus berani menegur Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Nahdiana untuk menanyakan langsung kenapa syarat umur bisa muncul dalam PPDB sehingga mematik aksi protes yang dilayangkan para orangtua siswa.

“Saya kira memang keliru kalau syarat umur masuk dalam sistem zonasi. Faktor umur bukan indikator orang tersebut menjadi pintar sebagai penerus bangsa. Tidak ada korelasinya antara pendidikan dan umur,” terangnya.

Menurut Amos, apabila Kadisdik DKI, Nahdiana tidak sanggup bekerja, dipersilahkan umtuk mengundurkan diri saja.

“Jangan mengorbankan anak didik penerus bangsa,” tegas Amos.

“Harapan dan cita-cita anak didik harus menjadi prioritas agar penerus bangsa ini dapat handal setelah lulus dari jenjang pendidikannya di sekolah menengah,” sambungnya.

Amos mengaku khawatir apabila sistem PPDB DKI tidak segera diubah, maka banyak siswa yang handal dan pintar menjadi tidak semangat belajarnya. “Ujung-ujungnya orang tua anak didik menjadi putus asa,” cetus Amos.

“Doa dan harapan orang tua anak didik yang datang ke Balaikota kemarin, harus menjadi pertimbangan Bapak Gubernur untuk hasil kinerja opini Wajar Tanpa Pengecualian yang telah tiga kali berturut-turut diraih,” pungkasnya.