Politikus Gerindra, Novita Wijayanti
MONITOR, Jakarta – Politikus Gerindra, Novita Wijayanti meminta Presiden Jokowi untuk memastikan para pembantunya segera membenahi data penerima bantuan sosial (Bansos) terdampak pandemi Covid19.
Pasalnya, ditemukan masih banyak sekali kesemrawutan atau permasalahan dalam penyaluran bahan bantuan sebagai penjaring sosial.
“Harus segera di update data terbaru bagi para penerima Bansos Covid-19,” kata Novita kepada wartawan, Kamis (21/5).
“Agar penyalurannya pun tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tambahnya.
Ia pun menyarankan agar pemerintah mempercayakan pendataan masyarakat penerima bantuan kepada para kepala desa (Kades) yang berkoordinasi dengan RT/RW.
Jangan kemudian, sambung dia, data yang diberikan dari tingkat desa kepada pusat, justru berbeda ketika implementasi dilapangan.
“Jangan sudah minta (data) tapi yang keluar nama-nama penerima dari atas (pusat) beda dengan yang didata Kades. Kasian Kades jadi benturan sama masyarakat,” papar legislator dari Dapil Cilacap-Purwokerto ini.
Novita pun menyoroti ikhwal pengawasan dalam penyaluran Bansos Sembako di masyarakat. Sebab, dibeberapa tempat selain data yang tidak tepat, barang bantuan yang diberikan pun banyak yang tidak sesuai ketentuan.
Anggota Komisi V DPR ini pun sepemahaman dengan usulan Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani supaya adanya perubahan skema dari bantuan Sembako ke uang tunai, dalam meminimalisir terjadinya hal tersebut.
“Kalau skemanya diubah menjadi uang tunai, akan sangat berdampak pada kondisi perekonomian di daerah, dan menstimulus daya beli masyarakat terhadap barang akan meningkat,”tandasnya sembari menekankan agar bantuan masyarakat tidak dipolitisasi untuk kepentingan pribadi.
MONITOR, Jakarta - Penyelenggaraan haji 2025 menjadi tugas terakhir Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menegaskan posisinya dengan meraih peringkat tiga…
MONITOR, Tangerang - Kementerian Agama dan Kementerian Koperasi menyepakati kerja sama penguatan koperasi berbasis keagamaan. Kerja…
MONITOR, Jakarta - Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi perhatian publik menyusul…
MONITOR, Jakarta - Gerak cepat Kepala BPOM Taruna Ikrar mengembalikan kepercayaan FDA, memastikan rempah Indonesia…
MONITOR, Tangerang - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menilai Rapat Kerja Nasional…