Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Denda Bagi Pelanggar PSBB di Depok Akan Diterapkan, Ini Besarannya

MONITOR, Depok – Kota Depok telah menginisiasi adanya muatan sanksi terhadap pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tercantum dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 32 Tahun 2020. Namun kali ini, sanksi tersebut diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat (Jabar) Nomor 40 Tahun 2020, tentang Pedoman pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB Dalam Penanggulangaan Covid-19.

“Alhamdulillah, ketentuan sanksi PSBB sudah diperkuat melalui Pergub Jabar. Pada masa lanjutan PSBB ini, kami akan menggerakkan seluruh potensi untuk menegakkan aturan dan memberikan sanksi kepada yang melanggar,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Balai Kota, baru-baru ini.

Idris mencontohkan, bagi warga yang keluar rumah atau berada di fasilitas umum (fasum) namun tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi. Seperti yang dijelaskan dalam pasal 4, selain teguran lisan atau tulisan, pelanggar juga bisa dikenakan hukuman kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum, atau denda sebesar Rp 100-250 ribu.

Idris juga mencontohkan, adapun sanksi bagi tempat kerja atau kantor yang tidak dikecualikan tidak menerapkan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 juga bisa mendapatkan sanksi. Berupa penghentian sementara kegiatan dengan penyegelan selama PSBB dan denda sebesar Rp 5-10 juta. 

“Kalau untuk rumah makan dan restoran, yang melayani ditempat akan disegel dan denda sebesar Rp 5 juta. Sanksi berupa penyegelan dan denda sebesar Rp 25-50 juta, bisa diterima hotel yang menciptakan kerumunan dan tidak menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Indris, kegiatan kontruksi yang tidak melaksanakan kewajiban membatasi aktivitas pekerja hanya berada di kawasan proyek, serta penerapan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19, selain teguran tertulis juga penghentian sementara area proyek selama PSBB. Dalam peraturan lainnya, melakukan kegiatan sosial dan budaya yang berpotensi terjadi kerumunan juga akan diberikan sanksi, berupa denda Rp 5-10 juta bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Pemberi sanksinya sendiri dilakukan Perangkat Daerah (PD) terkait. Misalnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) untuk pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Atau Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bagi tempat kerja yang melanggar. Karena itu kali ini mohon untuk dipatuhi aturan-aturan ini demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Recent Posts

Oktober 2026, Forum Antaragama G20 dan MHM Gelar KTT 2026 di Amerika Serikat

MONITOR, Jakarta - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan…

9 jam yang lalu

Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta: Lompatan Peradaban Menata Ulang Arah Keilmuan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif…

11 jam yang lalu

Mei, Gerakan Sosial, dan Ancaman Keamanan Nasional

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional, Prodi HI, FISIP, UIN Jakarta Mei akan selalu menjadi bulan…

13 jam yang lalu

Ikatan Alumni FISIP UIN Jakarta Bela Saiful Mujani: Ini Bukan Makar, tapi Kritik Total

MONITOR, Jakarta - Adriansyah selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

15 jam yang lalu

UU PPRT Diharap Jamin Hak Hingga Tingkatkan Harkat dan Martabat PRT

MONITOR, Jakarta - DPR RI baru saja mengesahkan Undang-undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT).…

1 hari yang lalu

DPR Soroti Kenaikan Harga Minyak Goreng Hingga BBM yang Beratkan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok dampak dinamika…

1 hari yang lalu