PERTANIAN

Korporasi Benih Kedelai Tetap Berjalan Di Tengah Pandemi COVID 19

MONITOR, Tebo – Kabupaten Tebo merupakan salah satu sentra produksi benih kedelai terbesar di Provinsi Jambi. Ditengah pandemi Covid 19 yang belum mereda, tidak meyurutkan semangat Kelompoktani Harapan Mulia, Desa Dusun Baru, Kabupaten Tebo untuk mengembangkan benih kedelai seluas 100 ha dalam rangka mendukung swasembada kedelai.

Potensi pengembangan benih kedelai di Tebo mencapai 1.500 Ha dengan indeks pertanaman mencapai 3 kali dalam setahun yaitu bulan Januari, Maret dan September. Bulan Maret dan April merupakan puncak penanaman benih kedelai karena didukung oleh iklim dan ketersediaan sumber air yang mencukupi.

Pada Tahun 2020, Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo terus mendukung upaya penyediaan Benih Kedelai. Kementan mengalokasikan kegiatan Pengembangan Perbenihan Kedelai Berbasis Korporasi Petani seluas 500 Ha. Kegiatan yang lebih akrab disebut “korporasi benih kedelai” ini memberikan paket bantuan berupa Benih Sumber, Pupuk, Pestisida serta Sarana Produksi Lainnya.

Bahtiar selaku Ketua Koperasi Kelompok Tani Harapan Mulya yang juga biasa mengopkup benih kedelai hasil petani Kabupaten Tebo mengungkapkan, bahwa permintaan benih kedelai daerahnya cukup tinggi.

“Tebo ini satu-satunya wilayah yang menghasilkan benih berkualitas di wilayah Jambi, ya mungkin karena tanah dan pola budidaya petaninya yang mendukung,” ungkapnya.

Untuk tahun ini permintaan benih kedelai kebutuhan program dari provinsi sekitar 220 ton, belum dari provinsi lain seperti (Kepulauan Riau, Pekan Baru, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat), sementara sekitar 45 ton.

Dari hasil korporasi ini diperkirakan bisa mencapai 650 ton, dan tentu saja mereka selalu siap memenuhi permintaan tersebut. “Stock di koperasi yang masih tersedia sampai awal mei sekitar 24 ton, dan ini masih terus bertambah karena sebentar lagi juga ada yang panen,” akunya.

Sebagai salah satu pelaksana kegiatan korporasi yang mendapat fasilitasi bantuan seluas 100 Ha, tentu saja program korporasi benih ini disambut baik oleh petani karena bisa membantu biaya input produksi, apalagi dengan kondisi saat ini yang cukup berat bagi masyarakat terutama petani.

Dari hasil pengawalan Petugas Daerah dan Pusat menunjukkan bahwa tidak terdapat kendala yang berarti meskipun kondisi perekonomian yang cukup sulit. Kelompok tani telah melakukan penanaman sekitar 300 Ha, sedangkan sisanya masih dalam proses penanaman.

Kegiatan korporasi petani juga bertujuan untuk membangun kemitraan antara petani produsen benih dan off-taker (pembeli calon benih) sehingga saling mendukung satu sama lain. Petani menghasilkan benih berkualitas dan off-taker memberikan jaminan harga sesuai kesepakatan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi berharap melalui bantuan ini, petani dapat mengelola usaha perbenihannya secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir sehingga meningkatkan kesejahteraanya.

Pada kesempatan yang sama, Takdir Mulyadi, Direktur Perbenihan menyampaikan bahwa kegiatan ini sesuai araham Mentan Syahrul Yasin Limpo bertujuan untuk menyiapkan ketersediaan benih secara insitu sehingga dapat menekan biaya ongkos kirim (efisiensi input), kualitas dan mutu benih lebih terjamin karena tidak melalui perjalanan distribusi yang panjang serta lebih adaptif terhadap lingkungan tumbuh dimana dikembangkan di daerah asalnya.

“Dan tentu saja yang paling utama adalah untuk menjawab kebutuhan benih kedelai baik pemenuhan program maupun swadaya petani,” ungkapnya.

“Selain di Kabupaten Tebo, kegiatan korporasi benih kedelai juga kita kembangkan diwilayah lain seperti Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan. Untuk tahap awal kita alokasikan 1.450 Ha, mengingat keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk penanganan COVID 19.

“Kedepan kita evaluasi dan kita kembangkan secara besar besaran di wilayah sentra kedelai lainnya,” imbuh Takdir.

Recent Posts

Menaker: SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

MONITOR, Pelalawan — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci…

5 jam yang lalu

TNI Bangun Sumur Bor untuk Warga Bokimaake melalui Program TMMD

MONITOR, Halmahera Timur - Harapan warga Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, untuk…

6 jam yang lalu

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka hingga 28 Juli 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II…

6 jam yang lalu

Kemenperin Tegaskan Pentingnya Kepatuhan Industri Dalam Pelaporan SIINas

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan perusahaan industri dalam…

6 jam yang lalu

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

1 hari yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

1 hari yang lalu