BERITA

Sembako Dikirim Lewat Pos, Gerindra: Bukti Pemerintah Tak Percaya Perangkat RT/RW

MONITOR, Jakarta – Kebijakan pemerintah pusat dalam mengirim paket sembako menggunakan layanan jasa pos, mengundang reaksi dan kritik dari berbagai kalangan, termasuk partai politik.

Partai Gerindra Jakarta misalnya. Partai besutan Prabowo Subianto ini menyebut pembagian paket sembako melalui pos tersebut menjadi bukti seakan pemerintah pusat tak percaya dengan adanya perangkat atau pengurus RT/RW.

“Yang tahu kondisi masyarakat yang sebenarnya itu adalah RT/RW. Ditangan RT/RW itu data masyarakat tak mampu dan mampu semuanya ada. Jadi kenapa harus gunakan pos untuk membagikan sembako,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, M Taufik, kepada wartawan melalui saluran telponnya.

Wakil Ketua DPRD DKI ini pun menyarankan kepada pemerintah pusat, melalui Kementrian Sosial (Kemensos), untuk mengevaluasi kembali kebijakan mengirim paket sembako lewat pos tersebut.

“Saya sangat yakin tambah amburadul, kalau seadainya pemerintah pusat melalui Kemensos tetap melaksanakan pembagian paket sembako lewat pos,” terangnya.

“Tanpa melalui pos, pembagian sembako oleh Kemensos sudah berantakan. Apalagi lewat pos,” tegas Taufik.

Ketua Korps Alumni KNPI DKI Jakarta ini pun menyarakan agar Kemensos dalam membagikan paket sembako memberdayakan perangkat ataupun pengurus RT/RW saja.

Sebab lanjut Taufik, ketika di lapangan pun nantinya para tukang pos akan tanya RT/RW ketika mereka akan memberikan sembako ke warga.

“Kalau mau membedakan bantuan Kemensos dengan bantuan Pemprov DKI yang disalurkan melalui RT/ RW sebaiknya bedakan saja kemasannya. Jangan malah pengatarannya yang dibedakan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat, melalui Kemensos, mendistribusikan paket sembako bagi 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta yang terdampak COVID-19.

Pemerintah pun menunjuk PT Pos Indonesia (Persero) untuk mendistribusikan paket sembako tersebut dan distribusi akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan.

Recent Posts

Efisienkan Kegiatan, Menag Usulkan STQ Digabung ke MTQ

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan agar Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) dihapus…

1 jam yang lalu

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

MONITOR, Jakarta - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten…

10 jam yang lalu

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan…

12 jam yang lalu

Klinik UMKM Bangkit Diluncurkan di Sumbar Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meresmikan Klinik UMKM Bangkit…

12 jam yang lalu

Kemenag-Australia Awards Indonesia Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

13 jam yang lalu

Rumuskan kebijakan, Prof Rokhmin dorong KKP perkuat hilirisasi dan daya saing produk laut

MONITOR, Jakarta - Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya laut terbesar di dunia…

13 jam yang lalu