NASIONAL

Efisienkan Kegiatan, Menag Usulkan STQ Digabung ke MTQ

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan agar Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dihapus dan digabung ke Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Usulan itu disampaikan Menag dalam sambutan penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Menag menilai, STQ sejatinya bertujuan untuk efisiensi penyelenggaraan MTQ. Namun, menurutnya, energi yang dikeluarkan untuk STQ hampir setara dengan MTQ. “Kalau ini disepakati ya, Musabaqah Tilawatil Quran itu yang kita tetapkan. Tidak ada lagi STQ. Seleksi Tilawatil Qur’an itu digabungkan menjadi MTQ,” ujarnya.

Menurut Menag, MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi momentum penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Ia mengatakan, penggabungan ini akan meningkatkan gairah masyarakat dalam ber-Quran. “InsyaAllah kalau ini dilakukan, saya yakin semangat untuk ber-Quran di masyarakat Indonesia akan sangat bagus,” katanya.

Menag juga menilai antusiasme masyarakat terhadap MTQ sangat tinggi. Ia menyebut banyak provinsi yang “mengantre” menjadi tuan rumah karena dampak ekonomi dan sosialnya besar.

Lebih jauh, Menag menekankan nilai ekonomi MTQ yang signifikan karena mampu menyedot kunjungan dan menggerakkan aktivitas masyarakat setempat. “Kalikan misalnya 20 ribu pengunjung datang. Membelanjakan 500 ribu per hari, masuk hotel dan sebagainya saja. Itu akan tiga kali lipat lebih untung,” jelasnya.

Menag menyebut, MTQ juga menjadi “pesta rakyat” yang memperkuat nilai keagamaan sekaligus menggairahkan ekonomi lokal. Ia mencontohkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya yang menciptakan pasar baru dan meningkatkan omzet pedagang. “Masyarakat yang tiba-tiba menjadi pasar kaget muncul dan omsetnya itu sampai miliaran,” katanya.

Usulan penggabungan STQ ke MTQ juga didasari keinginan memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan keagamaan dan budaya Qur’an. Menag mengungkapkan, jika disepakati, MTQ akan menjadi ajang utama nasional yang menguatkan tradisi tilawah dan meningkatkan partisipasi publik.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, mengatakan, Rakernas Bimas Islam 2026 bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah serius memastikan program dan kegiatan Bimas Islam memberikan dampak nyata.

Abu menyebut, Rakernas merupakan forum penajaman program berdasarkan hasil Rakernas Kementerian Agama, sekaligus ruang brainstorming untuk mendapatkan masukan dari perwakilan Bimas Islam di daerah. Tujuannya memastikan program selaras dengan Asta Cita Presiden dan program prioritas Menteri Agama. Setelah arahan Menag, kegiatan akan dilanjutkan dengan sidang komisi dan pleno.

“Setelah nanti Bapak memberikan arahan kepada kami, akan kami lanjutkan dengan sidang komisi dan sidang pleno,” katanya.

Abu juga menyebut partisipasi Rakernas sangat besar, diikuti sekitar 200 peserta offline dan lebih dari 9.500 peserta secara virtual dari seluruh Indonesia. “Kami berharap seluruh arahan Bapak menjadi pedoman dan panduan bagi kawan-kawan di daerah,” ujarnya.

Recent Posts

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

21 jam yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

23 jam yang lalu

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan nasional atas implementasi strategi komunikasi…

1 hari yang lalu

Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian

MONITOR, Serang - Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong…

1 hari yang lalu

Survei IPO: Prabowo Masih Pimpin Elektabilitas Capres, AHY Cawapres

MONITOR, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila…

1 hari yang lalu