BERITA

Catat! Pemprov DKI Akan Perketat Pengawasan PSBB pada 18 April

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperketat pembatasan layanan transportasi umum di ibu kota pada 18 April mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. Dimana, didalamnya tidak ada penutupan layanan transportasi, melainkan hanya pembatasan layanan.

“PSBB itu pedoman kita dalam setiap kebijakan khususnya di sektor transportasi Jakarta untuk berusaha mencegah penyebaran covid tidak memnyebar. PSBB itu sendiri kuncinya adalah tidak ada penutupan layanan,” kata Syafrin saat dihubungi wartawan, Kamis (16/4).

Syafrin menjelaskan, memang ada pembahasan perihal usulan Bodebek untuk penghentian layanan KRL Commuter ke Kementrian Perhubungan. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kementrian Perhubungan untuk mengambil kebijakan tersebut.

Jakarta, menurut Syafrin, hanya akan melakukan sinergitas pembatasan layanan. Misalnya untuk Mass Rapid Transit (MRT) yang akan beroperasi dibeberapa stasiun dengan waktu tunggu atau headway sekitar 30 menit. Kemudian Light Rail Transit (LRT) akan beroperasi dengan headway sekitar 60 menit

“Kan untuk operasional KRL mulai hari ini sesuai penetapan PSBB Jawa Barat kan waktu operasional nya pukul 05.00- 19.00 WIB. Jadi artinya dari Bogor depok tangerang bekasi itu KRL bisa bergerak dari jam 5 paling awal sementara dari Jakarta sesuai penetapan kami itu sampe pukul 18.00 WIB,” ungkapnya.

Terkait jumlah kendaraan pribadi dari daerah mitra yang masuk ke Jakarta, lanjut Syafrin turun sekitar 30-40 persen dari biasanya. Termasuk pelanggaran terhadap penggunaan masker bagi kendaraan pribadi.

“Kalo dari pantauan kami itu memang ada penurunan untuk jumlah kendaraan yang masuk Bila dibandingkan hari hari biasanya. begitu juga saat melakukan pemeriksaaan terhadap masyarakat yang wajib menggunakan masker kemudian menerapkan jarak aman penumpang itu ada penurunan sih sekitar 30-40 persen dibandingkan hari sebelumnya,” pungkasnya.

Recent Posts

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

1 jam yang lalu

Ekoteologi Kampus PTKIN Terus Mendapat Pengakuan Nasional, Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas…

5 jam yang lalu

BM PAN Konsolidasikan Pengurus 2026–2031, Slamet Ariyadi Serukan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…

10 jam yang lalu

Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku

MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…

11 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…

12 jam yang lalu

Prof Rokhmin Dahuri Tinjau Industri Perikanan Modern China, Dorong Penguatan Ekonomi Biru Indonesia

MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

15 jam yang lalu