POLITIK

Pengamat: Komunikasi Kabinet dan Jajarannya dalam Penanganan Covid-19 Belum Efektif

MONITOR, Jakarta – Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing mengkritik manajemen komunikasi kabinet Jokowi dan jajaranya dalam persoalan penanganan pandemi virus corona atau covid-19 belum efektif.

Hal tersebut disampaikan Emrus merespon Presiden Jokowi yang meminta jajaran kabinet menyampaikan komunikasi efektif dan memberikan penjelasan yang transparan mengenai penanganan virus corona sehingga tidak ada kesimpangsiuran informasi yang membuat masyarakat menjadi resah.

“Saya 1000 % setuju pernyataan Presiden. Jika dilakukan analisis isi dari aspek komunikasi, sungguh banyak data pesan komunikasi penanganan covid-19 dari kabinet dan jajarannya yang tidak efektif di berbagai media massa yang mendasari pernyataan Presiden tersebut,” kata Emrus melalui keterangan tertulisnya. Rabu (15/4/2020).

“Sebagai seorang komunikolog, saya sangat menaruh perhatian terhadap manajemen komunikasi dari kabinet dan jajarannya dalam penanganan covid-19. Berdasarkan pengamatan, saya berkesimpulan, pesan Presiden benar dan tak terbantahkan,” tegas Direktur Eksekutif EmrusCorner itu.

Sejalan dengan “sentilan” Presiden kepada jajaran kabinet, Emrus menyatakan sebelumnya sudah menyampaikan kritik dan masukan kepada semua pihak yang bertanggungjawab mengelola komunikasi di jajaran kabinet terkait penanganan covid-19. Namun hingga sekarang menurutnya sama sekali belum ada perubahan.

“Banyak bukti lemahnya komunikasi kementerian. Salah satu di antaranya, masih ada penolakan pemakaman jenazah korban covid-19 dari beberapa warga di beberapa wikayah,” terang Emrus.

Menurut Emrus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan penyebaran dan penanganan dampak covid-19 merupakan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Biro Komunikasi & Informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Dan hal tersebut menurutnya belum berjalan baik.

“Dari hari ke hari belum ada perbaikan. Bahkan ada muncul pandangan yang berbeda dari dua kementerian tentang masalah yang sama terkait penanganan virus corona,” ungkapnya.

“Saya melihat belum ada narasi “utuh” dalam pengelolaan komunikasi terkait virus corona dari jajaran kabinet kementerian,” tegasnya.

Emrus membeberkan jika lemahnya komunikasi kabinet membuat masyarakat resah. Bahkan yang dilakukan kabinet dan jajarannya cenderung improvisasi komunikasi. Tentu ini tidak profesional. Hal ini terjadi antara lain, kepala biro komunikasi bukan dari latar belakang komunikolog.

“Untuk itu, saya menyarankan agar semua menteri mengevaluasi kompetensi komunikasi kepala biro komunikasi di kementeriannya. Evaluasi, bekerja sama dengan jurusan komunikasi di perguruan tinggi,” katanya.

Jika komunikasi pemerintah penanganan covid-19 dikelola baik, terang Emrus maka menjadi leading sector isu terkait covid-19 di tengah masyarakat. Efek lanjutnya, terjadi “imunisasi komunikasi” pada peta kognisi dan sikap publik. Dengan demikian, ketika ada pesan hoaks, masyarakat serta merta menolaknya karena sudah terbentuk “antibodi” komunikasi pada diri khalayak.

“Kritik dan masukan saya terkait lemahnya manajemen komunikasi yang efektif sudah dimuat di berbagai media masa. Pengelolaan komunikasi kabinet dan jajarannya terkait covid-19 masih bagaikan “pemadam kebakaran”,” pungkas Emrus.

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

18 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

1 hari yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

1 hari yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

1 hari yang lalu