BERITA

KIP Nilai Tim Protokol Corona Kurang Akselerasi

MONITOR, Jakarta – Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Arif A.Kuswardono menyambut baik pembentukan tim protokol untuk penanganan kasus penyebaran wabah Corona atau Covid-19.

Namun sejak tim dibentuk, pihaknya belum melihat adanya akselerasi dalam melakukan penanganan.

“Sampai dengan minggu kedua penemuan virus Corona di dalam negeri, protokol belum terlihat disebarkan dengan masif dan dijalankan sungguh-sungguh oleh pihak terkait,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (11/3).

Untuk diketahui, kelima tim protokol itu mencakup protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol perbatasan, protokol area institusi pendidikan, dan protokol area dan transportasi publik.

Menurut dia, kewajiban komunikasi publik pemerintah dan badan publik adalah menyampaikan informasi melalui protokol ini dengan cepat, mudah dan menjangkau wilayah terdampak.

Sehingga, sambung dia, informasi yang baik dan optimal akan membantu menurunkan resiko penyebaran virus dan meningkatkan partisipasi masyarakat (community support).

“Karena itu, peran para Kepala Daerah dan Dinas Kesehatan secepatnya membuat Tim atau Pos Koordinasi dan Komunikasi (Posko), yang berfungsi sebagai pusat koordinasi badan publik terkait dan pusat krisis (Crisis Centre) untuk memfasilitasi penyebaran informasi pencegahan maupun tindakan lain secara optimal di masyarakat,” papar dia.

Dalam kesempatannya itu, Arif mengapresiasi sejumlah daerah yang telah membentuk Tim, Satgas, Posko atau Crisis Centre penanganan kasus Corona.

Tentunya, imbuh dia, Satgas atau Crisis Centre yang telah terbentuk ini perlu dibekali kemampuan menjelaskan dan melakukan pencegahan dengan baik.

“Semisal, terkait rapid assesment test atau protokol standar pencegahan,” ucapnya.

“Masyarakat yang terinformasi dan teredukasi tidak mudah dilanda kepanikan, dan publik juga dapat menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungannya menghadapi ancaman Corona,” pungkasnya.

Recent Posts

Kick Off Tadris Edisi Perdana, JIMM Jakarta Angkat Isu Civil Islam

MONITOR, Jakarta - Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Jakarta menghelat Tadarus Isu Strategis (Tadris) dengan…

55 menit yang lalu

Dukung Program MBG, Ultrajaya Investasi Rp1,14 Triliun

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional dalam mendukung…

3 jam yang lalu

Aset Rp7,9 T, Bank Kaltimtara Didorong Jadi Motor Kredit UMKM

MONITOR, Jakarta - Dengan aset yang telah mencapai Rp7,9 triliun, Bank Kaltimtara dinilai memiliki potensi…

4 jam yang lalu

Hasil Seleksi Administrasi KIP 2026, Pansel Tetapkan 378 Pendaftar Lolos

MONITOR, Jakarta - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 resmi mengumumkan…

5 jam yang lalu

Strategi Kemenag Dongkrak Indeks Wakaf Nasional 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur mengatakan indeks…

7 jam yang lalu

WEF Dukung Penuh Ocean Impact Summit 2026 di Bali

MONITOR, Jakarta - Organisasi Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum/WEF) mendukung penuh pelaksanaan Ocean Impact…

8 jam yang lalu