PERTANIAN

Kementan Sosialisasikan Kostratani untuk Genjot Ekspor Pertanian

MONITOR, Denpasar – Bali menjadi salah satu propinsi dengan perkembangan pertanian yang baik, Kementerian Pertanian pun berupaya menggenjot ekspor melalui penguatan Kostratani. Hal tersebut disampaikan Banun Harpini, Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemantapan Kostratani Dalam Mendukung Ekspor Produk Pertanian, di Hotel Kuta Paradiso Bali. Senin (24/2/2020).

“Bapak Mentan menugaskan kami untuk secara khusus mengawal pertanian Bali. Program peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian harus dipersiapkan. Selain juga identifikasi produk atau mapping produk pertanian yang siap ekspor,” katanya.

Menurut Banun, Kostratani atau Komando Strategis Pembangunan Pertanian bertujuan membangun ekosistem pertanian modern berbasis sains dan TIK melalui pemberdayaan penyuluh. Kostratani dibuat untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

“Terobosan ini dilakukan sebagai pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga hilir, sehingga diharapkan petani adaptif terhadap inovasi teknologi pertanian, termasuk mampu berinteraksi dengan media sosial dan perkembangan teknologi informasi,” kata Banun.

Dalam FGD ini, Banun juga menjelaskan program strategis Kementan lainnya untuk mendukung kesejahteraan petani, diantaranya penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih besar dan skim yang lebih baik serta program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Kementan memperkuat akses informasi terkait potensi produk ekspor di masing-masing daerah, lakukan promosi serta membantu para petani yang berpotensi ekspor, agar dapat memasuki pasar ekspor.

Aplikasi IMACE (Indonesia Maps of Agriculture Commodities Export) yang merupakan aplikasi peta potensi ekspor untuk setiap daerah dan komoditi unggulannya, telah memetakan komoditas unggulan ekspor Bali, antara lain kopi, kakao, salak, dan manggis.

“Mari kita perkuat struktur dan dukungan bagi petani ini. Kita buat rencana aksi yang implementatif, sehingga pemetaan kita kian akurat,” tambahnya.

Recent Posts

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

11 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

1 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

2 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

2 hari yang lalu