PERTANIAN

Kementan Datangkan Cabai dari Sulsel Guna Stabilkan Pasokan dan Harga

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan salah satu upaya intervensi untuk meredam kenaikan harga komoditas pangan adalah penambahan pasokan di pasar dengan mendatangkan komoditas pangan dari daerah lain.

Untuk itu, Kementerian Pertanian dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan segera mengambil langkah aksi dengan mendatangkan komoditas cabai rawit merah (CRM) dari daerah panen ke wilayah DKI Jakarta.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi menyatakan langkah aksi tersebut bertujuan untuk mengamankan pasokan dan menstabilkan harga CRM yang mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir.

“Kita bekerja sama dengan Perumda Pasar Jaya mengambil langkah penanganan cepat dengan melakukan pembelian CRM secara langsung kepada petani sesuai harga yang berlaku di petani,” kata Agung ketika ditemui pada Kamis (30/1/2020).

Agung juga menyatakan bahwa biaya angkut difasilitasi oleh BKP. “Kita berupaya menurunkan harga cabai ini dengan cara memfasilitasi biaya distribusi mulai dari petani sampai pasar induk,” ujarnya.

Tim BKP Kementan bersama Perumda Pasar Jaya turun langsung melakukan pembelian CRM di Desa Limporilau, Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu (29/1/2020).

“Kami yakin melalui upaya ini, harga CRM di Pasar Induk Kramat Jati bisa turun, karena kami membeli langsung kepada petani dengan harga petani saat itu, lalu kami jual ke pedagang besar sesuai harga petani dan pedagang harus menjual dengan harga yang kita tentukan,” jelas Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun yang turut serta dalam pembelian tersebut.

CRM tersebut akan dijual di Pasar Induk Kramat Jati dan Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) Jakarta dan TTIC Bogor dengan harga Rp. 50.000/kg, sementara harga CRM saat ini di pasar eceran sudah mencapai Rp. 90.000-100.000/kg.

Secara bertahap, Perumda Pasar Jaya berencana melakukan pembelian CRM sebanyak 10 ton dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, BKP Kementan, Risfaheri yang ditemui pada Jumat (31/1/2020) menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Sejak kemarin dan hari ini (31/1/2020), tim kami mengawal pengiriman 6 ton CRM dari lokasi petani sampai ke Pasar Induk Kramat Jati” ujarnya.

Risfaheri mengungkapkan upaya ini terus dilakukan hingga harga CRM kembali normal.

“Kita lihat dalam satu dua minggu ke depan, dengan mencari potensi panen raya di seluruh wilayah yang datanya kita dapat dari Ditjen Hortikultura. Jadi tidak hanya dari Sulsel tetapi juga dari berbagai daerah lain yang panen cabai, ” pungkasnya.

Recent Posts

Politisi PDI Perjuangan Ultimatum Menteri ESDM: Evaluasi IUP Bermasalah di Aceh Sebelum 17 Agustus

MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…

7 jam yang lalu

Evaluasi Haji Tak Boleh Berhenti di Laporan, Menhaj Dorong Perbaikan Sistem

MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…

7 jam yang lalu

Makesta Raya Perkuat Ideologi Aswaja dan Tradisi NU di Kalangan Pelajar Yayasan Al Fattah Tegalgandu

MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…

22 jam yang lalu

Legislator Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Sesuaikan Layanan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu

Waka DPR Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting dan Punya Kesempatan Sekolah yang Baik di Momen HAN 2026

MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…

2 hari yang lalu

Dukung Misi Dagang Gubernur Jawa Timur, CV Intiplant Agro Lestari Optimis Perluas Jaringan Bisnis Internasional di Hong Kong

MONITOR – Langkah strategis untuk membawa produk pertanian unggulan Jawa Timur merajai pasar global kembali…

2 hari yang lalu