PERTANIAN

Syahrul Lepas Ekspor Sayur Asal Jawa Barat, Nilainya Capai 4,17 Milyar

MONITOR, Bandung – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor sayur dan umbi asal Jawa Barat yang diproduksi PT Alamanda Sejati Utama di Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/1). Sayur mayur ini diekspor ke sejumlah negara di Asia seperti Singapura, Tiongkok, Hongkong dan Korea Selatan.

“Nilai transaksi yang dihasilkan dalam lalu lintas ekspor tersebut mencapai 4,17 milyar. Ini merupakan bukti bahwa mengelola pertanian itu tidak ada ruginya. Apalagi Tuhan telah menitipkan alam yang luar biasa bagus kepada bangsa Indonesia,” ujar Syahrul, Sabtu sore.

Untuk itu, Syahrul berharap Jawa Barat melalui PT Alamanda mampu menjadi pionir dan lokomotif Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) sebagai upaya pemerintah dalam mengembalikan kejayaan dan kebangkitan pertanian Indonesia.

“Dan inilah kita hari ini. Saya berharap Bandung menjadi lokasi pertanian terbaik yang menyediakan segala macam komoditas baik untuk lokal maupun ekspor,” katanya.

Di Bandung, Syahrul juga melihat adanya potensi besar yang bisa dioptimalkan masyarakat sekitar untuk mendukung program nasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Maka itu, lanjut Syahrul, mengelola pertanian harus dilakukan secara serius dan terbuka bagi semua orang.

“Memang yang paling penting dan paling subtansi dalam pertemuan ini adalah meyakinkan diri kita bahwa pertanian itu merupakan pilihan yang tepat. Tapi, mengurus pertanian tidak boleh pura pura dan tidak boleh bohong bohong. Semua harus serius,” katanya.

Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan menambahkan bahwa sektor pertanian di wilayah kerjanya memiliki potensi yang sangat besar, terutama untuk komoditas sayur mayur dan buah-buahan.

“Bahkan potensi kami bukan hanya untuk kebutuhan lokal, namun juga sasaran ekspor. Adapaun lahan yang ada di sini sebagian besar ditanami sayur, buah dan juga lahan pertanian lainya seperti padi. Yang jelas Bandung memiliki potensi yang harus ditingkatkan,” katanya.

Gun Gun mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan berbagai upaya untuk menguatkan perlindungan lahan pertanian di Kabupaten Bandung. Perlindungan yang dimaksud diantaranya dengan menegakkan UU untuk alih fungsi lahan.

“Kita ingin melindungi lahan pertanian yang ada, sehingga pada saat petani ingin bercocok tanam lahan disini sudah tersedia dengan baik,” katanya.

Direktur PT Alamanda Sejati Utama, Komar Muljawibawa menyampaikan terima kasih atas kehadiran Mentan Syahrul di area kerjanya. Dia berharap kedatangan Mentan mampu memberi motivasi kepada ribuan karyawannya untuk tetap melakukan produksi.

“Yang pasti, kami ingin kegiatan ekspor di PT Alamanda menjadi titik kebangkitan ekspor di 2020,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Komar juga menyambut ajakan Mentan untuk meningkatkan ekspor sebanyak tiga kali lipat. Kata dia, program ini merupakan program kongkrit karena mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

“Dengan terjun langsung seperti sekarang ini, saya menjadi lebih yakin kita memiliki semangat yang sama. Saya percaya gerakan tiga kali lipat ekspor akan menjadi kebanggaan bagi kita sebagai insan pertanian,” tukasnya.

Sekedar diketahui, eksportasi sayur dan buah asal Jawa Barat mengalmi peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat ekspor sayur mayur di 2018 hanya sebesar 996.2 ton dengan nilai Rp. 66,1 miliar. Sedangkan di tahun 2019 dari data sertifikasi karantina, eksportasi saat itu tercatat 2.636 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp. 80,5 miliar.

Recent Posts

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

12 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

1 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

2 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

2 hari yang lalu