POLITIK

Stafsus Milenial Cuma Dianggap Pemanis, Begini Reaksi Angkie Yudistia

MONITOR, Jakarta – Keberadan tujuh staf khusus Jokowi dari kalangan milenial dipandang sebelah mata. Terlebih, dengan tanpa adanya bidang khusus serta aturan wajib ngantor full time di Istana Negara.

Sejumlah kalangan pun menilai, bahwa Staf Khusus Presiden ini hanya menjadi pemanis saja untuk menyedot perhatian masyarakat saja.

Menanggapi hal ini, salah satu Stafsus milenial Angkie Yudistia turut menyoroti anggapan tersebut. Ia keberatan jika keberadaan para Stafsus milenial ini hanya dianggap sebagai pemanis saja. Lantas bagaimana reaksi Angkie?

Pendiri komunitas Thisable Enterprise ini pun menampik anggapan tersebut. Ia mengatakan, dirinya serta rekan stafsus lainnya sudah terbiasa untuk berinisiatif melakukan kerja cepat yang terukur.

“Kalau tanggapan bahwa Staf khusus ini akan menjadi pemanis saja nantinya, saya rasa sih tidak ya, kita terbiasa think, research, action, evaluation, monitoring, dan kita sangat terbiasa untuk terinisiatif,” ujar Angkie Yudistia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/11).

Angkie menambahkan, tanpa disuruh Presiden sekalipun, dirinya memastikan para milenial yang menjadi Stafsus Jokowi akan menawarkan banyak program-program untuk bisa dieksekusi kedepannya.

“Tanpa diingatkan oleh bapak Presiden, sepertinya kami yang akan datang ke Bapak Presiden dengan program-program yang akan menunggu di-approve, sehingga kami pun dengan sangat senang untuk mengeksekusinya,” tandasnya.

Recent Posts

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

24 menit yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

23 jam yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

2 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

2 hari yang lalu