Ilustrasi penggunaan otoped atau skuter listrik (dok: Twitter)
MONITOR, Jakarta – Aturan main skuter listrik atau otoped semakin ketat. Terlebih, ada banyak peristiwa memprihatinkan yang menimpa kalangan pengemudi skuter listrik ini.
Misalnya, mengemudikan skuter listrik diatas JPO atau trotoar yang membuat risau masyarakat luas. Jika melihat aturannya, seharusnya pengemudi tidak diperbolehkan menyalakan atau mengoperasikannya, melainkan menuntun skuter tersebut.
Selain itu, dua orang tewas ditabrak mobil sedan saat mengendarai grabwheel pada pukul 03.45 WIB, pada Minggu 14 November 2019. Belakangan ini, Polda Metro Jaya juga memberikan peringatan terhadap para pengguna skuter listrik ini.
Polda Metro Jaya dalam laman resminya menyebutkan, para pengemudi skuter lisstrik ini diharapkan tidak bermain-main di kawasan jalan raya. Jika tetap melanggar, maka polisi akan menyita kendaraan mereka.
Hal ini tertuang dalam UU Nomor 22 tahun 2009. “Sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan dapat dilakukan penyitaan terhadap otoped dan sejenisnya sebagai barang bukti jika bermain di Jalan Raya,” demikian kutipan instruksi dalam laman TMC Polda Metro Jaya, Senin (25/11).
Lebih lanjut, disebutkan bahwa pengemudi skuter listrik bisa bermain-main secara puas hanya di kawasan taman atau perkantoran yang telah mendapatkan izin.
“Otoped dan sejenisnya hanya dapat bermain di Taman atau Perkantoran yg telah mendapat ijin,” tambahnya.
MONITOR, Pelalawan — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci…
MONITOR, Halmahera Timur - Harapan warga Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, untuk…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan perusahaan industri dalam…
MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…
MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…