BISNIS

Indonesia dinilai jadi Korban Kampanye Negatif Pertanian Kelapa Sawit

MONITOR, Bogor – Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil sawit terbesar di dunia. Total produksinya mencapai 45 persen dari total produksi dunia.

Mantan Pimpinan Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Muryadi mengatakan, dari pandangan media massa, posisi Indonesia sangat membanggakan di dunia perkelapasawitan.

Namun, ternyata sebagai negeri penghasil sawit terbesar di dunia, tidak menjamin Indonesia dengan mudah menjual produk Crude Palm Oil (CPO)-nya ke berbagai negara, terutama ke pasar Uni Eropa.

“Banyak tuduhan yang dialamatkan kepada Indonesia. Ada semacam kampanye negative, kampanye hitam yang menyebut proses pertanian kelapa sawit Indonesia sarat dengan persoalan,” tutur Wahyu Muryadi.

Seperti, sebagai faktor terjadinya kebakaran, penggundulan hutan, hilangnya habitat, ancaman kepunahan spesies, masalah kabut asap, perubahan iklim, perambahan dan pengambilalihan lahan milik masyarakat adat.

Hal itu ditegaskan Wahyu Muryadi, saat menjadi pembicara dalam Lokakarya Dan Meeting Gathering 2019, bertema Satukan Langkah Untuk Sawit Indonesia, yang digelar oleh Jaringan Indonesia Muda (JIM) di Bogor, Jawa Barat, pada 20 November 2019 hingga 22 November 2019.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan anak muda ini, Wahyu menyampaikan, tuduhan-tuduhan negatif dan kampanye hitam terhadap sait Indonesia mesti diluruskan.

“Tuduhan-tuduhan negatif dan kampanye hitam terhadap sawit Indonesia yang dilakukan NGO dan media massa, wartawan media harus menginvestigasi kebenarannya. Jangan menerima mentah-mentah informasi yang diterima,” tantangnya.

Dengan berperan secara obyektif, katanya, media akan sangat membantu Indonesia meningkatkan perkelapawasitannya.

“Hal ini menjadi tantangan bagi media di Indonesia. Sampaikan yang baik dan pandangan positif tentang sawit Indonesia. Keberadaannya adalah anugerah dari Tuhan. Berkah sawit harus disyukuri, bukan dimusuhi,” pungkas Wahyu Muryadi.

Recent Posts

Mazz Reza Pranata: Pemimpin Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

14 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

17 jam yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

2 hari yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

2 hari yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

2 hari yang lalu