Gelar Demo, Massa KALHI Desak Jokowi Tuntaskan Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan PT SGC

Pemuda dan mahasiswa peduli lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Aktivis Lingkungan Hidup (KALHI) menggelar aksi unjuk rasa (dok: ist)

MONITOR, Jakarta – Pemuda dan mahasiswa peduli lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Aktivis Lingkungan Hidup (KALHI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Sugar Groups Companies (SGC) Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Koordinator lapangan aksi, Imam Hanafi menilai PT SGC sudah banyak melakukan berbagai kasus yang menyengsarakan rakyat. Ia mengambil contoh anak perusahaan PT SGC di Kabupaten Tulangbawang, Lampung, yang dianggap merampas lahan masyarakat setempat.

“Anak perusahaan PT SGC di Tulangbawang sudah merampas lahan masyarakat, dan ini sangat meresahkan kehidupan masyarakat setempat,” ujar Imam, dalam keterangan tertulisnya.

Imam menganggap PT SGC sudah menyalahi izin Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah diberikan pemerintah kepada perusahaan tersebut. “HGU yang sudah pemerintah berikan kepada PT SGC sudah disalahgunakan sehingga terjadilah penyerobotan lahan milik warga,” tegas Imam.

“Presiden Jokowi harus segera cabut izin HGU PT SGC sesuai dengan janjinya,” tambahnya.

Selain itu, Imam mengatakan PT SGC juga telah melakukan pembakaran lahan tebu yang memunculkan asap berbahaya beracun, baik jumlah maupun sifat konsentrasinya dapat mencemari dan merusak lingkungan hidup warga sekitar karena abu masuk kedalam sumur dan rumah warga.

“Kasus ini (karhutla) harus diselesaikan oleh pihak yang berwajib karena jelas-jelas kebakaran hutan yang terjadi di lahan PT SGC yang menyebabkan pencemaran lingkungan,” kata Imam.

“Pemerintah harus berpihak pada rakyat jangan berpihak pada investor dan korporasi,” tandasnya.

Imam menegaskan akan kembali melakukan konsolidasi ulang guna menghimpun kekuatan yang lebih besar untuk terus mengadvokasi masyarakat Tulangbawang yang selama ini sudah dirampas lahannya oleh anak perusahaan PT SGC.

“Kami akan menghimpun kekuatan yang lebih besar untuk melawan ketidakadilan ini,” tegasnya.