Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon (dok: Rmol)
MONITOR, Jakarta – Mencuatnya kabar pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai petinggi BUMN tak lepas dari penolakan publik. Sebagian masyarakat menolak keras wacana Ahok bakal menduduki posisi strategis di BUMN papan atas.
Terlebih, jika Ahok benar-benar menjadi petinggi BUMN, banyak yang menilai jajaran pegawai hingga para mafia akan ketar-ketir menghadapi kerasnya kebijakan Ahok. Hal ini pun diakui oleh Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon.
“Keras benar penolakan terhadap Ahok ini. Termasuk dari internal pegawai BUMN sendiri,” ujar Jansen dalam keterangannya, Selasa (19/11).
Jansen pun teringat pada memori penolakan seniornya, Ruhut Sitompul saat ditunjuk menjadi Ketua Komisi III DPR RI kala itu dari Fraksi Demokrat DPR. Sebagaimana diketahui, Ruhut diminta menggantikan posisi Gede Pasek Suardika, namun justru ditolak beramai-ramai oleh anggota Komisi III.
“Jadi ingat kejadian ketika dulu Demokrat mengusulkan bang Ruhut Sitompul jadi Ketua Komisi namun ditolak ramai-ramai anggota Komisi 3,” terangnya.
Ia pun menyarankan, agar semua politisi harus mengurangi sisi kontroversinya agar mudah diterima oleh lingkungannya.
“Politisi memang harus mengurangi kontroversi. Pelajaran bagi kita semua,” tuturnya.
MONITOR, Birmingham - Sebanyak sembilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang mayoritas digawangi…
MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…
MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…
MONITOR, Bogor - Pembangunan sektor agro-maritim Indonesia harus berakar pada nilai-nilai Qur’ani yang terintegrasi antara…
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama kembali menggelar Program Salat Tarawih…