MEGAPOLITAN

Pejabat Pemprov DKI Pada Mundur, M. Taufik: Biasa Saja

MONITOR, Jakarta – Dua orang anak buah Gubernur Jakarta Anies Baswedan mundur secara mendadak dari jabatanya. Mereka adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI, Edi Junaidi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sri Mahendra.

Yang mengejutkan, ke dua anak buah Anies ini mundur saat Pemprov dan DPRD DKI sedang alot membahas KUA-PPAS. Dan setelah mencuatnya kasus ditemukannya pengajuan anggaran untuk pembelian lem aibon sebesar Rp 82 miliar.

Melihat hal ini, kalangan wakil rakyat Jakarta ternyata tak ingin ambil pusing.

“Bagi kami di dewan orang mundur dari jabatannya hal biasa saja. Jadi memang enggak ada yang luar biasa,”ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Menurut Taufik, pihaknya melihat orang mundur dari jabatan yang diamanahkan nya karena dua hal. Pertama orang itu tidak bisa mengemban tugas.

“Yang ke dua, orang tersebut tidak bisa bekerja atau tidak bisa menyesuaikan kerja dengan sistem yang dibangun untuk lebih baik,”tutur Taufik.

Terpisah Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, mundurnya dua orang pejabat DKI itu tidak akan mengganggu proses pembahasan KUA-PPAS yang sedang berjalan.

“Gak lah, proses pembahasan KUA-PPAS tetap jalan terus. Kan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah membentuk tim yang ditugaskan untuk ikut bareng bersama kami membahasa anggaran,”ujar Mujiyono.

Sementara itu Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Maulani mengatakan, pihaknya melihat Anies cukup bijak dalam menyikapi adanya polemik pengajuan anggaran lem aibon sebesar Rp 82 miliar.

“Saya rasa pak Anies cukup bijak tanpa harus berkoar dalam kasus lem aibon ini. Pak Anies tidak menyalahkan atau memarahi anak buahnya,”ujarnya.

Menurut Rani, Anie dalam kasus ini lebih baik memberi kesempatan pada mereka yang jadi anak buahnya untuk memilih sikap gentle.

“Ya, karena anak buah Anies ini merasa gagal mereka akhirnya memilih mundur secara baik”pungkasnya.

Recent Posts

Kelola Dana Umat, Menhaj Irfan Yusuf: Haji 2026 Harus Bersih!

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penguatan…

14 menit yang lalu

Bantu Korban Bencana Sumut, Kemenag Beri Rp50 Juta per Masjid dan Musala

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyalurkan bantuan kepada lembaga keagamaan…

2 jam yang lalu

DPR Pertanyakan Nasib Perpusnas Usai Anggaran 2026 Dipangkas Drastis

MONITOR, Jakarta - Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perpustakaan Nasional…

3 jam yang lalu

Kukuhkan 7 Profesor Baru, UIN Jakarta Kini Miliki 151 Guru Besar: Terbanyak di Lingkungan PTKIN

MONITOR, Tangerang Selatan – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan sejarah baru dalam penguatan…

4 jam yang lalu

Haji 2026 Diperketat, Kelayakan Kesehatan Jemaah Kini Ditentukan Lewat Aplikasi

MONITOR, Jakarta - Menjelang keberangkatan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah…

5 jam yang lalu

Kritik Panji Pragiwaksono Memanen Tawa, Melemahkan Publik

Oleh: Teguh Pati Ajidarma* Pandji Pragiwaksono memilih berdiri di panggung stand-up comedy sebagai pengkritik sosial.…

5 jam yang lalu