Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono
MONITOR, Jakarta – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta mengecam akan menolak anggaran rencana pembangunan kembali Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.
Penolakan itu dilakukan saat rapat badan anggaran (Banggar) APBD 2020. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan, landasan pihaknya menolak pembangunan itu lantaran tak sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030.
“Pasti tidak akan menyetujui (Anggaran Pembangunan Kampung Akuarium). Kita harus taat pada RT/RW. Karena itu sudah kita patuhi, sehingga semua jadi enak,” kata Gembong kepada wartawan, Kamis (10/10).
Ia mengimbau agar Anies mengembalikan kawasan Kampung Akuarium seperti rencana semula, yaitu menjadikan wilayah itu sebagai tempat wisata bersejarah tanpa ada embel-embel pembangunan rumah berlapis.
Menurut dia, rencana Anies yang ingin menggabungkan pembangunan konsep rumah sekaligus kawasan bersejarah hanya akal-akalannya saja. Hal itu untuk menghilangkan kesan tidak melanggar Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030.
“Pak Anies mencoba mengelabui melanggar aturan dengan dalih tetap dengan tidak menghilangkan wisata budaya kita. Tidak boleh seperti itulah,” ujarnya.
Ia berharap orang nomor satu di Ibu Kota itu mengurungkan niatnya. Sebab rencana tersebut tidak berkesinambungan dengan rencana pembangunan era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
“Harus ada kesinambungan dalan konteks perencanaan pembangunan kota. Jangan karena dilakukan oleh lawan politiknya, maka yang dikerjakan semuanya salah,” kata dia.
Seperti diketahui, Kepala Bidang Pembangunan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, Triyanto menyebut pihaknya berencana membangun sebanyak 142 unit rumah berlapis di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, konsep rumah berlapis itu seperti rumah susun. Namun, nantinya rumah itu hanya memiliki empat lantai di setiap towernya.
“Rumah lapis itu tingginya maksimal empat lantai, nanti yang akan dibangun tipe 27 meter persegi,” ujarnya, kemarin.
Saat ini, lanjut dia, pembangunan rumah berlapis ini masih dalam tahap lelang rencana desain atau detail enggineering design (DED).
“Saat ini prosesnya masih pelelangan DED,” katanya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…
MONITOR, Tapanuli Tengah – Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli terus memperkuat posisinya sebagai…