BERITA

Renovasi Rumah Dinas Digadang Habiskan Rp 2,4 Miliar, Anies Dikritik Mirip Pejabat Kolonial

MONITOR, Jakarta – Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan rehab Rumah Dinas Gubernur dengan anggaran kurang lebih Rp 2,4 Miliar sepertinya tak akan berjalan mulus. Pasalnya sejumlam fraksi di DPRD DKI sudah memberi lampu sinyal bakal menolak usulan anggaran untuk merehab rumah dinas gubernur yang anggarannya direncanakan diusulkan dalam APBD 2020.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menyayangkan adanya rencana renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang mencapai Rp 2,4 miliar. Ia menilai gaya kepemimpinan Anies itu seperti pejabat kolonial Belanda.

Menurut dia, seharusnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu harusnya prihatin di tengah banyaknya masyarakat Ibu Kota yang hidupnya berkecukupan. Contohnya, masih ada warga yang tinggal di rumah pinggiran kali dan tidak memiliki jamban.

“Ini renovasi sampai 2,4 miliar mau dibikin 4 lantai atau gimana? Jangan menunjukkan gaya pejabat kolonial dan kemewahan di tengah keprihatinan orang banyak,” kata Basri kepada Senin (7/10).

Ia mengaku akan medalami secara detail anggaran sebesar 2,4 miliar itu ketika pembahasan di dalam Badan Anggaran (Banggar) nanti. Lagi pula, rumah dinas itu merupakan cagar budaya, sehingga tak perlu dilakukan renovasi atau perbaikan secara menyeluruh.

“Kalau rumah Rp 2,4 miliar itu renovasi besar-besaran namanya. Itu gede banget. Sedangkan cagar budaya ada aturannya. Paling yang berubaha urusan taman dan interior. Kalau Rp 2,4 miliar itu agak mencurigakan. Jangan-jangan ada apa-apanya nih,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto mengatakan pihaknya akan merenovasi rumah dinas Anies.

Anggaran untuk kegiatan tersebut diusulkan sebesar Rp2,422 miliar. Informasi tersebut terlihat dari draf pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Heru menjelaskan, biaya itu digunakan untuk membenahi rumah dinas Gubernur DKI yang bagian atap dinilai sudah mulai keropos, serta interior-interior lainnya pun disebut sudah tidak layak.

“Iya, sama beberapa ruang yang lain, ruang-ruang itu kan perlu ada perapian, pengecatan ulang, dan sebagainya. Paling banyak atap sama plafon, itu hampir mau diangkat,” ujar Heru saat dikonfirmasi, Jumat 4 Oktober 2019.

Recent Posts

Perilaku Kesehatan Anak Sebagai Fondasi Pencegahan Korupsi

Oleh: dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK* Korupsi merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Indonesia. Hampir…

7 jam yang lalu

Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Jamin Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan apresiasi penuh atas langkah progresif Induk Koperasi Tenaga…

8 jam yang lalu

Singgung Pembinaan Integritas, Mardani DPR Dorong Langkah Terpadu Atasi Fenomena ASN Terjerat Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyoroti fenomena banyaknya Aparatur…

9 jam yang lalu

Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk didapuk sebagai mentor untuk Command Center Management…

10 jam yang lalu

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

20 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

20 jam yang lalu