PERTANIAN

BKP Kementan Minta Kadis Kawal Kegiatan Korporasi Usahatani

MONITOR, Yogyakarta – Dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting di wilayah rentan rawan pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mulai 2019 melaksanakan kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) di Daerah Rentan Rawan Pangan.

“Kegiatan ini sangat strategis, karena itu kami meminta pemerintah daerah untuk mengawal dan mensukseskannya,” ujar Kepala BKP Agung Hendriadi dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Andriko Noto Susanto pada workshop evaluasi PKU di Yogyakarta, Kamis (26/9/2019).

Kegiatan PKU dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, dan penerapan teknologi dari hulu sampai hilir.

Sasaran PKU 2019 adalah daerah yang mempunyai potensi untuk usaha pengembangan sumber daya pangan berdasarkan Food Security and Vulnebility Atlas (FSVA)/Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2018, dan atau persentase Rumah Tangga Miskin Petani (RTM-P) dan atau daerah stunting berdasarkan data hasil pemantauan Situasi Pangan dan Gizi (PSG) tahun 2017, Kementerian Kesehatan.

“Kunci keberhasilan PKU adalah kemampuan manajerial usaha kelompok, kolaborasi lintas sektor, jaminan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produk, partisipasi daerah melalui dukungan regulasi pro usaha rakyat, serta rekayasa kelembagaan dan pemasaran yang kokoh dan stabil,” tambah Andriko.

PKU 2019 dilaksanakan pada 13 lokasi, 13 Kabupaten di 12 Provinsi yaitu : Sumatera Utara (Samosir), Bengkulu (Bengkulu Utara), Jambi (Tanjung Jabung Barat), Lampung (Lampung Selatan), Banten (Pandeglang), Jawa Barat (Garut), Jawa Tengah (Wonosobo)

Lainnya ada DI Yogyakarta (Kulon Progo), Bali (Gianyar), Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur dan Lombok Utara), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Timor Tengah Utara), dan Sulawesi Selatan (Enrekang).

BKP Kementan mendesign kegiatan PKU dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha dan partisipasi masyarakat, sehingga hasilnya dapat berperan penting dalam peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat.

Dari evaluasi yang dilakukan, menurut Andriko, para Kepala Dinas sangat perhatian dalam program PKU. Hal ini dapat dilihat dari dukungan Pemda Provinsi maupun Kabupaten dalam pengalokasian APBD serta dukungan koordinasi perangkat daerah. Para Kepala dinas menyampaikan kalau PKU ini sudah memberikan hasil nyata meningkatkan pendapatan petani.

Dijelaskan Andriko, bahwa kegiatan PKU lebih menekankan kepada hubungan kemitraan hulu-hilir antara kelompok tani sebagai penyedia bahan baku, dengan gapoktan yang mengolah dan memasarkan produk olahan.

Selain dihadiri 12 Kepala Dinas Provinsi selaku penanggungjawab kegiatan PKU, workshop ini juga menghadirkan Pokja Dewan Ketahanan Pangan yaitu Dr. Jamhari (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada) dan Dr. Anisur Rosyad (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) untuk memberikan telaah kritis pelaksanaan PKU.

Recent Posts

Dorong Ada Perbaikan Menyeluruh, Puan: Pelayanan Kesehatan Jangan Kehilangan Empati

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…

6 jam yang lalu

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

10 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

10 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

10 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

10 jam yang lalu

Hingga Agustus 2026 Kementan Terbitkan 889 Sertifikat Hak PVT, ini Daftarnya

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini kembali menerbitkan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman…

11 jam yang lalu