Sandiaga Minta DPRD DKI Tuntaskan Pemilihan Wagub

16
Sandiaga Uno

MONITOR, Jakarta – Kursi Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta setelah ditinggal Sandiaga Uno, Juli 2018 lalu, sampai saat ini memang masih kosong. Sandi pun angkat bicara terkait kursi kosong yang ditinggalkannya tersebut.

Mantan calon wakil presiden di Pilpres 2019 ini mengatakan, kalau kursi Wagub DKI tidak boleh dibiarkan lama-lama kosong.

“Kursi Wagub DKI itu harus cepat diisi. Jangan dibiarkan lama kosong,”ujar Sandi saat bersilaturahmi dan ikut menyerahkan 10 Ambulan Kepada Warga Jakarta Barat di Posko Pengaduan Masyarakat Anggota DPRD Jakarta Inggara Joshua, di Jalan H. Kelik no 864 Jakarta Barat.

Dikatakan Sandi, kalau roda pemerintahan di Jakarta ingin berjalan dengan baik. Maka Gubernur Jakarta Anies Baswedan tidak boleh bekerja sendiri. Harus ada wakil gubernur yang membantu kerja-kerja Anies.

“Bahkan secara tidak langsung, kekosongan kursi Wagub ini merugikan masyarakat Jakarta juga. Karena saya yakin pelayanan masyarakat di beberapa bidang akan sangat terganggu sekali,” ungkap Sandi.

Bahkan kata Sandi dengan tidak adanya Wagub jalannya roda pemerintahan di Ibukota menjadi pincang.

“Jadi memang kursi Wagub itu harus diisi cepat,” tegas Sandi.

Dikatakan Sandi, saat ini yang bisa menentukan pemilihan Wagub bisa berlangsung cepat adalah partai pengusung Wagub dalam hal ini adalah PKS dan Gerindra dan 106 anggota DPRD DKI.

“Kalau partai pengusung dan anggota DPRD nya tak serius melakukan pemilihan Wagub jadinya seperti ini. Kursi Wagub DKI dibiarkan kosong,”terangnya.

Oleh karenanya, Sandi pun meminta ke anggota DPRD periode 2019-2024 untuk cepat dalam membahas tata tertib (tatib) dewan dan menyelesaikan proses pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dengan cepat juga.

“Kalau pembahasa Tatib dan pembentukan AKD bisa cepat. Maka pemilihan Wagub DKI pun bisa cepat juga,” pungkasnya.