MEGAPOLITAN

Ini Tanggapan Anggota DPRD DKI Soal Tarian Tak Seronok di Pulau Tidung

MONITOR, Jakarta – Masyarakat Jakarta dihebohkan dengan adanya tarian setengah telanjang di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu dalam pertunjukan Ocean Folk Festival (OFF) yang digelar Sabtu malam (21/9).

Kalangan politisi Jakarta pun langsung bereaksi dengan adanya acara tarian setengah telanjang tersebut dengan meminta pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang menggelar acara.

“Saya dengar itu acara Suku Dinas (Sudin) Pariwisata Kepulauan Seribu. Kalau benar, maka Kasudin nya harus bertanggung jawab,” tegas Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi demokrat, Neneng Hasanah di Gedung DPRD DKI, Senin (23/9).

Neneng pun menjelaskan alasannya menyebut kalau pihak penyelenggara harus bettanggung jawab. Alasannya dikhawatirkan akan membuat Pulau Seribu dikonotasikan negatif oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Neneng pun meminta agar kultur dan budaya masyarakat Pulau Seribu harus dijaga. Hal itu sesuai dengan norma agama yang dijunjung tinggi masyarakat pulau.

“Masyarakat Pulau Seribu itu sangat religius. Jangan dirusak dengan budaya internasional yang mengesampingkan norma kesopanan berbusana. Apalagi yang mempertontonkan aurat wanita. Kalau anak-anak kecil ikut menonton, bagaimana dampaknya. Itu yang harus dipikirkan,”tegas Neneng.

Menurutnya, Pulau Seribu sebagai destinasi wisata nasional dan internasional harus dijaga dari hal-hal yang mengancam rusaknya nuansa religius masyarakat di pulau.

”Kedepan kalau ada acara apapun seluruh stake holder di pulau harus dilibatkan, supaya kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Karena info yang saya dapatkan, pelaksanaan festival musik yang berujung kontroversi tidak melakukan koordinasi dengan lurah atau pun Bupati Pulau Seribu. Ini yang harus dikoreksi,” tandasnya.

Sekedar diketahui, beredarnya informasi adanya tarian setengah telanjang di Pulau Tidung diacara OFF, setelah Forum Masyarakat Kepulauan Seribu mengecam pertunjukan itu.

“Masyarakat Pulau Tidung mengecam Oceanic Folk Festival di Pulau Tidung, karena pada Sabtu (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB ada pertunjukan tari samba dari Brazil. Penarinya memakai pakaian seronok, semi telanjang yang mencoreng nilai-nilai etika, budaya dan kearifan lokal,” kata Ketua Forum Masyarakat Kepulauan Seribu, Rahmat Kardi, kepada wartawan Minggu (22/9).

Menurut Rahmat, pihaknya mendukung seluruh kegiatan Pemprov DKI Jakarta yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Kepulauan Seribu.

Namun, perhelatan OFF itu digelar oleh Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta melalui Suku Dinas Kepulauan Seribu tidak sejalan dengan nilai-nilai etika, norma dan budaya kesopanan yang berlaku di masyarakat Kepulauan Seribu.

“Masyarakat Kepulauan Seribu masih memegang teguh nilai-nilai agama dan adat kesopanan yang berlaku selama ini. Kami menyarankan Gubernur DKI Jakarta mendisiplinkan dan mengevaluasi pejabat dan SKPD terkait,” kata Rahmat.

Recent Posts

JMM: Oknum Kiai Tersangka Pelecehan Seksual di Pati Layak Dikebiri

MONITOR, Jakarta — Jaringan Muslim Madani (JMM) mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga…

2 jam yang lalu

Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Ekspor Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Kuartal I 2026

MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…

3 jam yang lalu

Transformasi Digital Berbuah Hasil, JMTO Raih Penghargaan Public Service Call Center CCSEA 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…

4 jam yang lalu

Kemenperin–Kemenpora Sinergi Pacu Daya Saing Industri Olahraga Nasional

MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…

4 jam yang lalu

Legislator Sebut Meroketnya Harga BBM Berpengaruh ke Ketahanan Pangan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…

6 jam yang lalu

Pesantren Benteng Utama Lindungi Anak dari Ancaman Digital

MONITOR, Jakarta - Pesantren semakin berperan sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman…

6 jam yang lalu