Direktur Eksekutif JMM, Syukron Jamal. (Ist)
MONITOR, Jakarta — Jaringan Muslim Madani (JMM) mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pimpinan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. JMM menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum, moral, dan nilai-nilai agama, serta mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
Direktur Eksekutif JMM, Syukron Jamal, menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani secara serius, transparan, dan tanpa kompromi oleh aparat penegak hukum.
“Kami mengecam keras dugaan kekerasan seksual ini. Jika terbukti, pelaku harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, jika memungkinan juga hukum sesuai UU No. 17 Tahun 2016 yang diatur lewat PP No. 70 Tahun 2020 (hukum kebiri-red). Tidak boleh ada perlindungan terhadap pelaku, apalagi jika menggunakan kedok agama atau posisi otoritas,” tegas Syukron Jamal.
Menurutnya, lembaga pendidikan, khususnya pesantren, seharusnya menjadi ruang yang aman bagi para santri, bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan.
“Ini bukan hanya persoalan individu, tetapi juga soal tanggung jawab institusi. Negara dan semua pihak terkait harus memastikan perlindungan maksimal bagi korban serta melakukan pengawasan ketat terhadap lembaga pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang,” lanjutnya.
JMM juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, mengedepankan keadilan bagi korban, serta memberikan pendampingan psikologis dan hukum yang memadai.
“Korban harus dilindungi, bukan dibungkam. Kami meminta aparat bertindak cepat, profesional, dan transparan. Jangan sampai ada upaya menutup-nutupi kasus ini,” ujar Syukron.
Selain itu, JMM mendorong Kementerian Agama dan pihak berwenang lainnya untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan pesantren, termasuk memperkuat mekanisme pelaporan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan.
JMM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.
MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…
MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…
MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…
MONITOR, Jakarta - Pesantren semakin berperan sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar kembali menegaskan sikapnya bahwa tidak ada toleransi…