BERITA

Anak jadi Korban, KPAI Desak Pemda Turun Tangan Atasi Karhutla

MONITOR, Banjarmasin – KPAI akan terus memastikan bahwa semua pihak dalam bencana karhutla baik di Kalimantan maupun Sumatera melakukan perlindungan Anak dari dampak asap.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, bencana asap telah merampas hak-hak anak, seperti hak atas udara bersih dan lingkungan bersih, Hak Sehat, Hak Belajar/sekolah, Hak Bermain, dan Hak istirahat.

“Untuk itu, KPAI mendesak Pemprov, Pemda dan Kementrian/Lembaga terkait segera turun tangan,” ujar Retno Listyarti, dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Sabtu (21/9).

Retno menambakan, jika kualitas udara di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat terus tidak sehat bahkan masuk Indeks sangat berbahaya akibat karhutla sehingga pemerintah menetapkan status darurat, sehingga ia menyarankan agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi mempertimbangkan evakuasi anak-anak dan ibunya serta manula dan perempuan hamil dari lokasi kabut asap ke provinsi terdekat yang lebih aman dan kualitas udaranya lebih baik.

“Kualitas udara yang buruk akibat asap telah membuat kelompok rentan tersebut paling menderita. Pengalaman WALHI Kalsel saat mengelola evakuasi para pengungsi kabut asap tahun 2015 tersebut dapat dijadikan rujukan sekaligus alternatif oleh pemerintah bahwa Banjarmasin bisa dijadikan salah satu wilayah evakuasi kelompok rentan, terutama anak-anak dibawah usia 12 tahun untuk wilayah Kalimantan,” kata Retno.

Selain itu, KPAI mengapresiasi keberhasilan Walhi Kalsel saat evakuasi korban karhutla dari Palangkaraya ke Banjarmasin tahun 2015, dimana pengelolaan para korban yang dievakuasi sangat ramah anak dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak. Lokasi pengungsian berada di komplek Banjar Indah Permai, kota Banjarmasin.

“Awalnya Walhi Kalsel mengelola dengan dukungan swadaya masyarakat, dimana para pengungsi di tampung di rumah-rumah warga. Anak-anak memiliki ruang bermain dan belajar karena memang tersedia di lingkungan komplek tersebut,” tukasnya.

Recent Posts

Makesta Raya Perkuat Ideologi Aswaja dan Tradisi NU di Kalangan Pelajar Yayasan Al Fattah Tegalgandu

MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…

7 jam yang lalu

Legislator Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Sesuaikan Layanan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…

1 hari yang lalu

Waka DPR Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting dan Punya Kesempatan Sekolah yang Baik di Momen HAN 2026

MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…

1 hari yang lalu

Dukung Misi Dagang Gubernur Jawa Timur, CV Intiplant Agro Lestari Optimis Perluas Jaringan Bisnis Internasional di Hong Kong

MONITOR – Langkah strategis untuk membawa produk pertanian unggulan Jawa Timur merajai pasar global kembali…

2 hari yang lalu

Babinsa Diturunkan Awasi Kepatuhan Pajak, Legislator: Lebih Baik Fokus Kejar Perusahaan yang Sering Mangkir

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menyoroti polemik pelibatan Bintara Pembina…

2 hari yang lalu

Integritas dan Meritokrasi Jadi Fondasi Budaya Baru Kementerian Haji dan Umrah

MONITOR, Bogor — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas dan meritokrasi…

2 hari yang lalu