Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief (net)
MONITOR, Jakarta – Kasus penetapan Menpora Imam Nahrawi oleh KPK mengingatkan pada sosok Andi Alfian Mallarangeng atau yang dikenal Andi Mallarangeng. Politikus Demokrat Andi Arief menyayangkan, akibat ulah KPK rekannya tersebut harus mendekap di jeruji sel selama empat tahun.
Mantan Wasekjen Demokrat ini mengungkapkan, saat Andi Mallarangeng menjadi target KPK, semua alat komunikasinya disadap, harta kekayaannya diaudit BPK hingga rekening pribadi dan keluarganya dibekukan.
“Saya teringat Andi Malarangeng. Semua sadapan telp, audit BPK, pemeriksaan saksi, rekening dia dan keluarga dibekukan, sampai putusan tdk ditemukan serupiah pun korupsi. Namun dia harus menjalani hukuman 4 tahun karena dianggap lalai,” ujarnya dalam laman Twitter, Kamis (19/9).
“Nama baiknya tercoreng. KPK sedikit berdosa,” tambah Andi Arief.
Politikus yang gemar berkoar di media sosial ini sepakat, jika lembaga anti rasuah itu harus diawasi melalui keberadaan Dewan Pengawas.
“Agar KPK makin kuat dan juga bisa diawasi, saya mengusulkan ada Dewan Pengawas,” kata Andi Arief.
Ia menambahkan, komposisi Dewan pengawas ini kedepannya bisa turut melibatkan mantan Komisioner KPK. “Adapun Dewan Pengawas itu diisi oleh mantan Komisioner KPK yang jumlah dan cara pemilihannya ditentukan atau dicari jalan yang disepakati,” imbuhnya.
SuwendiDosen Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fenomena kekerasan seksual (KS) yang dilakukan oleh beberapa…
MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berada di Jenewa, Swiss, membawa pesan Presiden Prabowo…
MADINAH – Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan tiba di Madinah pada Minggu…
MONITOR, Jakarta — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar Computer Based Test (CBT) Seleksi…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mulai memberangkatkan jemaah haji gelombang…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak serikat pekerja/serikat buruh untuk berkolaborasi…