Kabar Haji

Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Pastikan Layanan Optimal hingga Kepulangan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mulai memberangkatkan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah pada Ahad (7/6/2026). Tahapan ini menjadi fase akhir pelayanan jemaah di Arab Saudi sebelum mereka kembali ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa seluruh layanan telah dipersiapkan secara maksimal untuk memastikan proses perpindahan jemaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

“Pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan kota, tetapi bagian dari upaya kami memastikan jemaah tetap mendapatkan layanan terbaik hingga akhir rangkaian ibadah haji,” ujar Maria dalam keterangannya.

Menurut Maria, Kemenhaj menghadirkan sejumlah peningkatan layanan bagi jemaah selama berada di Madinah. Salah satunya adalah penempatan sebagian jemaah reguler di hotel yang memiliki akses lebih dekat ke Masjid Nabawi, sehingga memudahkan mereka menjalankan ibadah.

“Orientasi kami bukan pada fasilitas semata, melainkan bagaimana jemaah dapat beribadah lebih nyaman, lebih mudah, dan tidak cepat lelah, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Selain fokus pada layanan di Madinah, Kemenhaj juga terus mengawal proses pemulangan jemaah haji ke Indonesia. Hingga 7 Juni 2026, tercatat sebanyak 95 kelompok terbang (kloter) dengan total 37.459 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju berbagai debarkasi di Tanah Air.

Terkait keterlambatan pengiriman sebagian bagasi jemaah, Maria menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar proses distribusi bagasi dapat segera diselesaikan.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar seluruh bagasi dapat segera diterima jemaah dengan aman,” katanya.

Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga paspor dan dokumen perjalanan dengan baik serta tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin pesawat. Air zamzam resmi akan dibagikan kepada setiap jemaah setibanya di debarkasi di Indonesia.

Maria menegaskan bahwa keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pelayanan jemaah hingga kembali ke Tanah Air tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat serta membawa kemabruran haji,” pungkasnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

2 jam yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

16 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

20 jam yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

2 hari yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

2 hari yang lalu