MEGAPOLITAN

PDIP dan Demokrat Belum Ajukan Nama Pimpinan Dewan, Ini Kata Taufik

MONITOR, Jakarta – Dua partai PDIP dan Demokrat belum mengajukan nama pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk periode 2019-2024.

Meski begitu, belum lengkapnya nama pimpinan dewan dinilai tidak akan mengurangi kinerja dewan terutama untuk menyelesaikan pembahasan APBD DKI Jakarta 2020. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

“Ngga masalah (pimpinan dewan belum lengkap), masih ada bulan Oktober, November, Desember untuk bahas APBD DKI 2020. Jadi bisa dikebut apalagi sebagai dewan baru lagi semangat-semangatnya, masih rajin,” kata Taufik.

Sebagai informasi, hingga kini PDIP dan Demokrat belum menyetorkan nama pimpinan dewan. Tiga fraksi lainnya sudah menentukan pilihannya. Tiga fraksi tersebut yaitu Fraksi Gerindra kembali menunjuk M. Taufik sebagai pimpinan dewan, PKS memilih Suhaemi dan PAN memilih Zita Anjani.

Taufik menilai, hal yang lumrah apabila PDIP dan Demokrat hingga kini belum mengajukan nama pimpinan dewan. Namun dia mendesak agar kedua partai tersebut segera menunjuk kadernya.

“Wajar saja kalau belum ada nama. Memilih Ketua RT saja ‘diayak’ dulu, apalagi untuk Wakil Ketua dan Ketua DPRD DKI Jakarta,” lanjut Taufik.

Meski hingga saat ini pimpinan dewan belum lengkap Taufik memastikan pembahasan APBD DKI tahun 2020 bisa selesai sesuai jadwal. Untuk itu Taufik mengusulkan agar APBD DKI lebih cepat selesai, rapat pembahasan dilakukan di tempat khusus. Hal itu supaya anggota dewan lebih fokus menyelesaikan rapat-rapat penyusunan APBD.

“Bisa saja dibahas di lokasi lain, misalnya di puncak, Bogor, kan ada vila Jayaraya punya Pemda. Bahas di situ beberapa hari, anggota dewan kan ngga pulang-pulang biar cepat selesai,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta tersebut.

Terkait pembentukan AKD (alat kelengkapan dewan) pada periode kali ini DPRD DKI Taufik menilai sejauh ini berjalan lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Sebab pada periode kali ini tidak ada koalisi besar seperti periode sebelumnya.

“Pada periode sebelumnya ada koalisi merah putih, pembentukan AKD memakan waktu hingga tiga bulan. Periode sekarang, bulan ini juga bakal selesai. Karena dewan bekerjanya lebih smooth,” pungkasTaufik.

Recent Posts

Operasional Haji Hari ke-16, Kemenhaj Fokus Pada Penguatan Layanan Bimbingan Ibadah

MONITOR, Jakarta - Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kemenhaj menegaskan…

54 menit yang lalu

JMM: Oknum Kiai Tersangka Pelecehan Seksual di Pati Layak Dikebiri

MONITOR, Jakarta — Jaringan Muslim Madani (JMM) mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga…

3 jam yang lalu

Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Ekspor Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Kuartal I 2026

MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…

4 jam yang lalu

Transformasi Digital Berbuah Hasil, JMTO Raih Penghargaan Public Service Call Center CCSEA 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…

5 jam yang lalu

Kemenperin–Kemenpora Sinergi Pacu Daya Saing Industri Olahraga Nasional

MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…

6 jam yang lalu

Legislator Sebut Meroketnya Harga BBM Berpengaruh ke Ketahanan Pangan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…

7 jam yang lalu