Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsudin berjabat tangan dengan Capim KPK Alexander Marwata. dok: Monitor.co.id
MONITOR, Jakarta – Calon Pimpinan (Capim) KPK Roby Arya Brata menjadi calon terakhir dari uji kelayakanda kepatutan yang digelar Komisi III DPR RI sejak Rabu (11/9) kemarin.
Dengan berakhirnya uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 Capim KPK, maka agenda selanjutnya adalah menentukan secara musyawarah mufakat untuk memilih lima orang pimpinan periode 2019-2023 nanti.
Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsudin pun meminta agar semua Kapoksi dan juru bicara dari seluruh fraksi untuk melakukan pleno.
“Kita telah menyelesaikan 10 calon pimpinan kita akan skors 15-20 menit,” kata Aziz selaki pimpinan rapat uji kelayakan dan kepatutan, di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Kamis (12/9).
“Nanti apabila dinyatakan terbuka akan dibuka kembali,” sambung legislator fraksi Golkar itu.
Dalam rangka menggelar rapat, Aziz pun meminta persetujuan dari semua fraksi untuk menskors terlebih dahulu rapat uji kelayakan dan kepatutan.
Seperti diketahui, uji kelayakan dan kepatutan pada hari ini dilangsungkan untuk 5 capim KPK yaitu Alexander Marwata, Firli Bahuri, Johanis Tanak, Luthfi Jayadi Kurniawan, dan Roby Arya Brata.
Sedangkan untuk Rabu kemarin, 5 Capim KPK yang diuji yaitu Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Sigit Danang Joyo, Nawawi Pomolango, dan I Nyoman Wara.
MONITOR, Mombasa, Kenya - Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya dalam percaturan pembangunan kelautan dunia melalui kehadiran…
MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…
MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…
MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…