Influencer muda Sherly Annavita (dok: IG)
MONITOR, Jakarta – Alasan dipilihnya Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru menuai kritik dari influencer muda Sherly Annavita. Perempuan 27 tahun ini menilai, jika alasan utamanya untuk pemerataan, menurutnya masih banyak provinsi lain yang lebih berhak.
“Banyak provinsi lain yang lebih tertinggal dari Kalimantan Timur tentu akan merasa mereka lebih berhak untuk dipilih menjadi tempat Ibukota, apabila alasannya demi pemerataan pembangunan,” kritik Sherly, belum lama ini.
Selanjutnya, kata Sherly, jika alasannya karena lokasi strategis yang aman dari potensi gempa, menurutnya hal itu juga tidak terbukti.
“Karena alasan lain dipilihnya Kalimantan Timur sebagai daerah bebas gempa, juga tidak terbukti,” tambahnya.
Shelly yang kini berprofesi sebagai dosen mengingatkan, justru lokasi Ibu Kota baru di Kalimantan Timur sangat berbahaya apabila suatu hari terjadi konflik dengan negara tetangga sebelah. Sebab, wilayah tersebut sangat dekat dengan Malaysia dan Filipina.
“Apabila alasan lainnya adalah karena Kaltim berada ditengah-tengah Indonesia itu juga tentu menjadi pertanyaan, karena justru malah lebih mendekati ke wilayah negara lain semisal Malaysia dan Philippines (akan lebih berbahaya andaikata kedepan terjadi kondisi perang),” tandas perempuan berdarah Minang ini.
MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…
MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…
MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…
NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…
MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…