REVIEW

Salah Kelola Potensi Laut Indonesia

MONITOR – Indonesia, negeri kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan dan garis Pantai terpanjang kedua di dunia dengan 95.200 km.

Potensi kekayaan laut Indonesia sungguh luar biasa.

Perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, bioteknologi kelautan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pariwisata bahari, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil, dan masih banyak lagi ragam potensi yang dimiliki laut Indonesia adalah berkah tuhan yang tiada tara untuk dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya.

Namun, faktanya sungguh miris. Alih-alih bisa menjadi penggerak ekonomi bangsa, Kontribusi laut Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional masih di bawah 30 persen.

Padahal, potensi ekonomi sektor kelautan di Indonesia diperkirakan sekitar 1,2 triliun dolar AS per tahun.

Ya, potensi sektor kelautan sepertinya masih menjadi raksasa yang masih tertidur, belum tergarap secara optimal.

Indonesia memiliki potensi laut yang sangat melimpah, dengan 60% penduduk tinggal di pesisir, memiliki luas perairan 5,8 juta km2 yang terdiri dari 2,5 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif , 13,7 juta Ha Perairan Umum dan 4,3 juta Ha Daerah Potensial untuk perikanan.

Ironi memang jika melihat kekayaan sumber daya alam Indonesia, khususnya dari sektor kelautan yang melimpah tidak berbanding lurus dengan kekayaan rakyatnya khususnya nelayan.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik tahun 2018, sekitar 20-48 persen nelayan masih hidup dalam kemiskinan Inilah sederet nestapa para nelayan yang harus diselesaikan oleh pemerintah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia awalnya seperti angin baru perubahan pembangunan sektor kelautan yang selama ini terabaikan.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, visi tersebut nampaknya baru sebatas jargon hingga periode pemerintahan hamper berakhir, sektor kelautan dan perikanan masih belum memberikan kontrbusi maksimal bagi pertumbuhan ekonomi.

Recent Posts

Guru Besar IPB: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi SDM

MONITOR, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan…

9 jam yang lalu

Mengenal Burhanuddin Abdullah, Arsitektur Perbankan Indonesia

"API merupakan kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan…

10 jam yang lalu

Menhaj: IKLHI 2026 Buktikan Peningkatan Layanan Haji

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyebut capaian Indeks Kepuasan Layanan…

12 jam yang lalu

Padang Dilanda Banjir Besar, Legislator Tekankan Urgensi Sistem Perlindungan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat I, Alex Indra Lukman menyoroti bencana…

14 jam yang lalu

Menaker: Penguatan Kompetensi Lulusan Perguruan Tinggi Penting untuk Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi bagian penting…

15 jam yang lalu

BPS Catat Tingkat Kepuasan Jemaah Haji 2026 Naik Jadi 91,45 Persen

MONITOR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) Tahun…

17 jam yang lalu