Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo
MONITOR, Jakarta – Pemerintahan Presiden Jokowi harus menanggung penuh seluruh pembiayaan terkait dengan pembangunan Ibu kota baru yang rencanannya akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Edhy Prabowo kepada awak media, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (27/8).
Masih dikataka dia, pemindahan Ibu kota artinya bicara soal kedaulatan negara, sehingga tidak bisa kemudian pembangunannya diserahkan serta merta kepada pihak swasta.
“Kalau Gerindra maunya 100 persen uang negara, ada faktor pendukung lainnya yang mengikuti itu faktor sekunder. Yang paling utama adalah kebutuhan dasarnya. Ini kan kedaulatan negara masa kita mau serahkan ada swasta membangun negeri kita,” kata Edhy.
Oleh karena itu, ketua komisi IV DPR itu menegaskan, pembangunan Ibu kota adalah kewajiban pemerintah. Sehingga, ada baiknya biaya pembangunan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah sebagai penanggung jawab penuh.
“Karena ini adalah kedaulatan tidak boleh ada kelompok lain, kalau kelompok lain (tentu) setelah standar dasarnya dipenuhi terlebih dahulu,” tandas wakil ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut.
MONITOR, Jakarta - Peringatan hari pers nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 semakin mengukuhkan institusi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong inovasi pengelolaan lingkungan…
MONITOR, Lumajang – Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lumajang resmi menetapkan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan dan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan sikap pemerintah dalam mendukung kemerdekaan…