BERITA

Bamus Betawi Terancam Terbelah, Haji Lulung: Ayo Kita Guyub

MONITOR, Jakarta – Persatuan Ormas Betawi sedang diuji. Pasalnya setelah Badan Musyawarah (Bamus) Betawi memutuskan Abraham Lunggana alias Haji Lulung sebagai Ketua Bamus, kini muncul Bamus Betawi yang menyebut Zainuddin alias Bang Oding sebagai ketua.

Bahkan Oding sudah menyebar undangan untuk melantik kepengurusan Bamus Betawi dibawah komandonya, Minggu (25/8) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Melihat kondisi ini, Lulung pun mengajak Oding beserta kubunya untuk bergabung dalam rangka menjaga keutuhan masyarakat Betawi.

“Ayo kita guyub, kita harus jaga persatuan jangan sampai ada perpecahan sesama Betawi. Ingat Bamus Betawi adalah lembaga adat yang harus kita jaga bersama,” tegas Lulung dalam keterangan persnya, di Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Menurut Lulung, segala persoalan apapun bisa dibicarakan atau dikomunikasikan dengan baik demi menjaga silaturahmi dan persatuan serta menjaga keutuhan kaum Betawi di tanah Betawi.

“Dengan begitu bisa terjaga kearifan lokal, seni dan budaya, pertahanan dan keamanan, serta sosial,” kata Lulung.

Sebab Lulung beralasan, Bamus Betawi dibawah kepemimpinannya adalah hasil Mubes ke -7 dan sudah diakui oleh pemerintah.

“Kepengurusan Bamus Betawi dibawah kepemimpinan saya sudah dilegalkan berdasarkan surat keputusan Kementrian Hukum dan HAM No. AHU-0004530.AH.01.07.Tahun 2019 ZX”tandasnya.

Tak hanya itu, Lulung pun menyebut kalau Bamus Betawi dibawah kepemimpinannya di dukung 98 ormas Betawi pendukung.

“Dari 98 ormas Bertawi ini mereka ada semua sudah menyatakan Bamus Betawi cuman ada satu dibawah kepemimpinan saya dan Ketua Majelis Adatnya adalah Babeh Nuri Thahir,” paparnya.

Karena itu Lulung menegaskan, sesuai aturan, kelompok tandingan tidak bisa menggunakan embel-embel Bamus Betawi. “Kelompok tandingan tidak boleh menggunakan atribut dan embel-embel Bamus Betawi. Sebab sesuai pleno, Oding sudah berakhir kepengurusannya,” ujarnya.

Apabila pelantikan Bamus Betawi versi Oding tetap digelar, Lulung mengancam akan melakukan tindakan hukum. “Kalau tetap mereka ngotot melakukan pelantikan, maka kami akan melakukan langkah hukum,” pungkasnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Revisi UU Kehutanan Kunci Atasi Deforestasi dan Perkuat Ekonomi Hijau

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan…

3 jam yang lalu

Mahasiswa UNUSIA Gugat UU Pesantren ke MK, Desak Negara Hapus Syarat Anggaran Berdasarkan Kemampuan Keuangan

MONITOR, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mengajukan uji materiil atau Judicial Review…

4 jam yang lalu

Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran…

6 jam yang lalu

Antisipasi Kelelahan Jemaah Pasca Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam

MONITOR, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…

6 jam yang lalu

FH Unusia Dorong Kepailitan Berbasis Syariah Diselesaikan di Peradilan Agama

MONITOR, Jakarta – Bergulirnya pembahasan revisi Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kembali…

6 jam yang lalu

Revisi UU Polri Disahkan, IPW Ingatkan Pentingnya Regenerasi dan Pengawasan

MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai perubahan ketiga atas…

18 jam yang lalu