PERTANIAN

Khofifah: Santri Tani Milenial Kementan Dukung Program OPOP

MONITOR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jatim menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) merealisasikan Program One Pesantren One Product (OPOP) dengan melibatkan SMK berbasis Pondok Pesantren. Program ini secara resmi telah launching Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawasa di Kampus Unusa, Kamis (22/8).

Khofifah menilai ke depannya program ini sangat tepat untuk dikolaborasikan dengan dengan Program Santri Tani Milenial yang tengah dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan). Jika dimasukan pada program Santri Tani, maka akan masuk pada Program Petik, Olah dan Jual.

“Artinya setelah dipetik ada olahannya, setelah diolah ada pengemasannya dan setelah itu bagaimana akses pasarnya,” demikian dikatakan Khofifah usai acara launching tersebut.

Ia menjelaskan Program OPOP ini menjadi perhatiannya mengingat potensi pesantren di Jatim begitu besar. Program ini sebagai upaya untuk pemberdayaan pesantren dan lingkungannya menuju kemandirian di berbagai bidang dan dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan di Jatim.

“Potensi pesantren sangat luar biasa. Sido Giri sudah menunjukkan kemampuan dan kekuatan membangun jejaring lewat perbankan syariahnya. Tetapi SMK-SMK yang di pesantren sudah memiliki produk-produk. Tapi saya lihat membutuhkan tambahan pendampingan, quality control yang baik, kualitas yang mencukupi dan kualitas yang bisa dijaga,” jelasnya.

Khofifah menekankan bagi pesantren yang memiliki produk yang mirip, bisa memasuki market place yang ada, seperti Buka Lapak, bahkan masuk Ali Baba asalkan kuatitas bisa terpenuhi. Oleh karena itu, pesantren-pesantren perlu diberikan pendampingan yang komprehensif, termasuk kegiatan riset dan pengembangannya.

“Jadi hari ini tidak bisa kita bicara daya saing tanpa didukung riset dan pengembangan. Karena itu, traning center OPOP harus di perguruan tinggi sehingga bisa memberikan pelatihan, pendampingan dan sampai dengan membangunkan jejaring pasar dalam skala lebih luas,” tuturnya.

“Program OPOP ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan Santri, Pesantren dan masyarakat sekitar melalui keterampilan santri dalam menghasilkan produk sesuai manfaat dan keuntungan,” pintanya.

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan Program Santri Tani Milenial merupakan upaya serius Kementan dalam regenerasi di sektor pertanian, khususnya dari kalangan santri. Hal ini penting mengingat kebutuhan pangan masa depan akan semakin besar seiring laju pertumbuhan penduduk.

“Program OPOP jika disinergikan dengan Program Santri Tani akan menjadi energi baru untuk pertanian kita dan bagi santri milenial yang jumlahnya 4 juta seluruh Indonesia. Kementan sudah buat peraturan agar santri bisa akses langsung ke Kementerian tanpa prosedur yang berbelit. Salah satu bantuan adalah Kementan alokasikan 1 juta ayam untuk seluruh pesantren,” ujarnya.

Kuntoro menambahkan memperkenalkan dan menggerakan santri milenial adalah pilihan strategis untuk regenerasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Melibatkan para santri merupakan bagian dari program yang lebih besar yakni gerakan 1 juta petani milenial yang sudah ditetapkan sebagai program prioritas membangun manusia Indonesia di 2019.

“Dari data Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Gerakan Petani Milenial sendiri melibatkan satu juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok petani,” ujarnya.

Recent Posts

Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar NU Riang Gembira

MONITOR, Jakarta – Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menyerukan…

4 jam yang lalu

Dorong Ada Perbaikan Menyeluruh, Puan: Pelayanan Kesehatan Jangan Kehilangan Empati

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…

16 jam yang lalu

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

20 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

21 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

21 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

21 jam yang lalu