MEGAPOLITAN

PSI Persoalkan Anggaran PIN Emas Rp 1,3 M, Ini Kata Anggota DPRD DKI

MONITOR, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempersoalkan pengajuan angaran PIN Emas untuk anggota DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 1,3 miliar APBD Perubahan 2019.

PSI menilai pengadaaan Pin Emas untuk para anggota dewan hanya menghamburkan uang. Untuk itu PSI akan menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta.

“Bahwa PSI menyadari bahwa pin penting sebagai identitas jabatan anggota dewan. Kami persoalkan adalah biaya ini. Kenapa emas? kita hitung dari anggaran yang ada berarti pin senilai Rp 5 juta untuk dipakai,” kata Wakil Ketua DPW PSI Jakarta, Rian Ernest, Selasa (20/8).

Dirinya mengatakan anggaran pengadaan pin emas senilai Rp 1,3 miliar bisa dikurangi dengan dengan mengubah bahan emas dengan bahan lebih rendah, seperti kuningan. Ia mengatakan penghematan anggaran dari pengadaan pin emas bisa dialokasikan untuk program pemerintah lain yang lebih bermanfaat.

“Untuk apa, kita tidak sensitif di saat warga masih banyak yang tidak bisa akses air bersih misalkan, susah akses sekolah untuk yang luar DKI. Masak ada penghamburan uang dengan pin senilai Rp 5 juta. Justru anggota dewan itu pelayanan. Kami menolak dan kami tidak akan menggunakan pin bahan emas,” ujarnya.

PSI sendiri diketahui memperoleh delapan kursi di DPRD DKI Jakarta periode 2019/2024. Delapan orang anggota dewan dari PSI itu bakal dilantik pada 26 Agustus 2019.

Menanggapi, penolakan PSI ini anggota DPRD DKI dari Fraksi Golkar Ashraf Ali meminta PSI untuk lebih banyak belajar memahami kondisi dan lingkungan DPRD DKI.

“PSI kan masih muda-muda saya sarankan untuk banyak belajar dulu,” saran Ashraf.

Dikatakan Ashraf, sebenarnya PSI harus tahu kalau PIN Emas itu memang diberikan bagi anggota DPRD DKI baru.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik tak mau ambil pusing dengan pernyataan PSI yang menolak atau mempersoalkan anggaran PIN tersebut.

“Itu (pemberian pin emas) sudah aturan, tapi jika (PSI) nggak mau terima, ya tidak masalah,” tegasnya.

Taufik pun mengatakan, kalau bisa PSI tak usah terima fasilitas-fasiltas yang diberikan oleh DPRD DKI.

“Sekalian aja jangan terima gaji mereka. Biar kelihatan bener sederhananya,”tandasnya.

Terpisah Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta Yuliadi membenarkan pengadaan PIN Emas tersebut. Ia mengatakan PIN itu digunakan sebagai tanda pengenal anggota dewan.

“Untuk tanda pengenal sebagai anggota dewan,” kata Yuliadi

Yuliadi juga menegaskan penggunaan pin untuk anggota DPRD DKI sudah sesiai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Ukuran masing-masing pin juga sudah ditetapkan sesuai aturan.

“Kita kasih dua ada yang kecil dan gede. Yang gede untuk acara resmi dan kecil untuk acara biasa,” terangnya.

Recent Posts

Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar NU Riang Gembira

MONITOR, Jakarta – Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menyerukan…

3 jam yang lalu

Dorong Ada Perbaikan Menyeluruh, Puan: Pelayanan Kesehatan Jangan Kehilangan Empati

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…

15 jam yang lalu

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

20 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

20 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

20 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

20 jam yang lalu