MONITOR, Jakarta – Pengamat Intelijen & Terorisme Harits Abu Ulya menyarankan agar pemerintah pusat melalui tokoh-tokoh kunci di Papua untuk sesegera mungkin membangun komunikasi persuasif dalam rangka mereda eskalasi aksi agar dapat terkendali.
“Di waktu berikutnya, pemerintah pusat harus punya komitmen tinggi untuk menjaga kadaulatan NKRI di Papua, tegas bersikap terhadap setiap anasir yang bisa mengancam kadaulatan tanpa risih atau takut sorotan pihak asing,” kata Harits dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/8).
Tidak hanya itu, sambung dia, pemerintah pusat harus tetap konsisten dalam pembangunan yang memakmurkan, mencerdaskan, dan memanusiakan masyarakat Papua.”Juga berperadaban tinggi dan berkeadilan harus tegak berkibar di Papua,” ujarnya.
Sehingga, sambung dia, adanya keinginan kuat untuk memisahkan diri dari NKRI, baik melalui ranah politik, referendum atau pun perlawanan secara fisik dengan sendirinya bisa tereduksi, bilamana pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat berjalan baik.
“Karena orang Papua akan (memiliki) kebanggaan menjadi orang Indonesia seutuhnya. Tidak lagi diposisikan laksana “Sapi Perah” sementara hidupnya tetap terus di “Kandang”.Semoga Papua segera dingin damai kembali,” pungkas Harits.
MONITOR, Tangerang — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga…
MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci…
MONITOR, JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti…
MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur…
MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…
MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…