Pilwagub DKI Tak Kelar-kelar, Golkar Sindir PKS Tak Punya Jiwa Tarung

569
Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta (dok: Tempo)

MONITOR, Jakarta – Sindiran keras dilontarkan Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta terkait berlarut-larutnya pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta. Rudin Akbar Lubis menyebut kalau PKS sebagai parpol yang menyodorkan kadernya untuk dipilih jadi wagub tak punya jiwa tarung untuk menyelesaikan pemilihan.

“Sebenar persoalan wagub ini tinggal pada tahap pemilihan saja. Karena sebenarnya pansus wagub sudah menyelesaikan tugasnya salah satunya adalah menyelesaikan tugas menyusun tata tertib (tatib) pemilihan,” ujar Rudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8).

Menurut, Rudin PKS dinilai tak cukup aktif untuk mengajak anggota dewan agar mempercepat pemilihan. Padahal periode jabatan DPRD 2014/2019 hampir habis, waktu yang diperlukan sangat mepet.

“Ya, saya melihatnya PKS kurang aktif. PKS tak mau “fight”,” tegas Rudin.

Harusnya, kata dia, PKS sebagai partai pendukung mampu menekan atau melobi anggota DPRD untuk aktif menggelar Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) yang saat ini telah tiga kali ditunda.

Bahkan dikatakan Rudin, dengan kondisi seperti sekarang ini tak pantas jika saling melempar kesalahan atas lambannya proses pemilihan Wagub DKI. Persoalan kekosongan pendamping Gubernur Anies Baswedan, kata dia dapat cepat selesai bila PKS bisa lebih aktif.

“Begini, ada yang bilang Rapimgab belum disetujui oleh pimpinan dewan, jika memang benar, pasti ada alasannya. Kenapa PKS tak aktif? Kan begitu,” ujarnya.

Untuk itu dirinya meminta tak hanya DPW PKS DKI Jakarta yang bergerak, namun juga ditingkat pusat dalam melakukan lobi-lobi politik. Dengan demikian pemilihan Wagub DKI dapat segera dilaksanakan.

Sudah tiga kali rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk mengesahkan Tatib ddobatalkan. Padahal Tatib sudah selesai disusun oleh Pansus sejak 9 Juli 2019 lalu.

Rapat Paripurna pemilihan yang seharusnya berlangsung pada Senin, 22 Juli juga tertunda.

Diketahui, posisi Wagub DKI Jakarta itu sudah kosong sejak 10 Agustus 2018 lalu setelah Sandiaga Uno resmi mengundurkan diri untuk maji sebagai Cawapres di Pilpres 2019 kemarin.