KEAGAMAAN

Khofifah Indar Parawansa: Idul Adha Momentum Tingkatkan Keshalehan Sosial

MONITOR, Surabaya – Peringatan Hari Raya Idul Adha menjadi momentum strategis untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta keshalehan sosial, salah satunya melalui berqurban hewan.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seusai Melaksanakan Ibadah Sholat Ied Adha di Masjid Agung Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (11/8).

Dengan berkurban, jelasnya, selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan juga menunjukkan kedermawanan seseorang. Daging kurban diberikan kepada siapapun yang membutuhkan, tidak mengenal agama, kelompok, dan asal usul daerah.”Secara tidak langsung juga meningkatkan rasa persaudaraan, keshalehan dan solidaritas antar sesama secara substantif,” jelas Gubernur Jatim.

Peringatan Idul Adha, lanjutnya, juga memberikan banyak manfaat bagi semua masyarakat. Selain dibagikan daging qurban, momentum Idul Adha tahun ini di Masjid Al Akbar Surabaya juga mengenalkan bagaimana mencintai lingkungan dengan menggunakan media besek dan daun jati sebagai wadah dalam mengemas daging kurban.

“Sebelumnya, masyarakat menggunakan plastik. Pada tahun ini, untuk kemasan daging kurban menggunakan besek yang terbuat dari bambu dan daun jati yang ramah lingkungan” ujarnya.

Selain itu, dengan menggunakan besek diharapkan bisa meningkatkan dan menggerakkan sektor UKM untuk memproduksi lebih banyak pada tahun depan. Gubernur Jatim mengaku kesulitan mencari besek pada tahun ini. Setidaknya 3 ribu besek digunakan untuk membungkus daging kurban di Masjid Al Akbar pada tahun ini.”Semoga dengan tradisi menggunakan besek untuk mengemas daging kurban, produksinya tahun depan dapat meningkat dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun 2019, MAS menyembelih 30 ekor sapi dan 98 ekor kambing. Diantaranya satu sapi sumbangan Presiden RI, Joko Widodo, Gubernur Jatim, dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak serta pimpinan Forkopimda di Jatim.

Sapi kurban milik Presiden Jokowi berjenis Peranakan Ongole (PO) atau yang biasa disebut Sapi Jawa sebera 1,080 ton. Sedangkan Sapi kurban Gubernur Jatim dengan jenis PO itu berusia 4 tahun seberar 1 ton dan dibeli dari peternak Desa Takerharjo, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan. Sapi Gubernur Jatim tercatat sebagai juara kontes sapi Jawa Timur 2018.

Sementara sapi kurban Wakil Gubernur Jatim tercatat beratnya 950 kilogram. Jenisnya sapi PO, berusia 4 tahun, dan dibeli dari peternak Desa Dagan, Kecamatan Selokuro, Kabupaten Lamongan

Dalam prakteknya, penyembelihan hewan kurban di MAS memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), diantaranya disembelih dengan syar’i , higenis dan ramah lingkungan.

Recent Posts

Peternak Lumajang Ari Borong Empat Gelar di Kontes Ternak DKPP 2026

MONITOR, Lumajang - Peternak asal Kabupaten Lumajang, Ari, meraih empat gelar juara dalam Kontes Sapi,…

7 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

21 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

3 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 hari yang lalu