PARLEMEN

Dukung SDGs, DPR: Bukan Saja Agenda Internasional, Tapi Juga Amanah UUD 1945

MONITOR, Jakarta – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan sidang World Parliamentary Forum on Sustainable Development Goals (WPFSD) merupakan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. 

Mengingat, tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) tidak hanya agenda internasional, tetapi juga amanah Undang-Undang Dasar (UUD) NKRI 1945, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia atau no one left behind.

“Kita mengadakan acara ini tidak hanya sekedar forum antar parlemen, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia terhadap agenda 2030 yang merupakan kesepakatan dunia” kata Nurhayati dalam acara Embassy Briefing dengan mengundang Pimpinan DPR RI, BKSAP, dan para Duta Besar perwakilan negara sahabat dalam rangka persiapan Sidang ke-3 WPFSD, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (7/8).

Masih dikatakan dia, forum parlemen dunia yang diinisiasi DPR RI ini untuk ke-3 kalinya ini akan diselenggarakan di Bali, pada 4-5 September 2019 mendatang. Dengan mengangkat tema “Combating Inequality Through Social and Financial Inlclusion”. “Forum ini akan menitikberatkan pembangunan ekonomi yang inklusif sebagai so itulusi untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial,” terangnya.

Ia menilai bahwa tema ini sangat tepat dibahas pada level parlemen, karena sesuai dengan fungsi kebijakan legislasi dan anggarannya. 

Parliaments is in the heart of SDGs artinya peran parlemen sebagai pembuat legislasi dan pengawasan sangat penting dalam membuat anggaran bahwa harus sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan ditahun 2030,” jelas politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Nurhayati menambahkan, SDGs merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang harus dipenuhi oleh Anggota DPR RI dengan pemerintah.

“Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di 2030 dengan tujuan akhir yaitu no one left behind atau tidak seorang pun yang tertinggal artinya tidak ada diskriminasi. Tidak melihat dari agamanya, etnisnya, tapi semua harus bersama-sama mencapai kesejahteraan dan keamanan serta kedamaian di dunia ini,” pungkas Nurhayati.

Recent Posts

Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar NU Riang Gembira

MONITOR, Jakarta – Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menyerukan…

2 jam yang lalu

Dorong Ada Perbaikan Menyeluruh, Puan: Pelayanan Kesehatan Jangan Kehilangan Empati

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…

14 jam yang lalu

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

19 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

19 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

19 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

19 jam yang lalu