EKONOMI

Garuda Indonesia Dorong Kemandirian Penyandang Down Syndrome

MONITOR, Jakarta – Maskapai nasional Garuda Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mendorong upaya kemandirian masyarakat penyandang down syndrome dengan memberikan kesempatan pelatihan kerja bagi 4 (empat) penyandang down syndrome bekerjasama dengan Yayasan Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Persatuan Orangtua Anak Down Syndrome (Potads).

Keempat penyandang down syndrome ini berkesempatan mengikuti praktik kerja di bidang layanan dan hospitality dengan mendampingi Passengers Service Asisstance (PSA) yang bertugas di area premium check-in keberangkatan domestik maupun internasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa pelatihan kerja tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan terhadap penyandang difabel khususnya dalam mendorong upaya pemberdayaan masyarakat penyandang down syndrome untuk menjadi lebih mandiri dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

“Kami percaya kesempatan untuk beraktualisasi dan mengembangkan diri merupakan hak seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali masyarakat berkebutuhan khusus”, jelas Ari.

Hal tersebut dikatakan oleh Ari di sela-sela kunjungan agenda peringatan Hari Anak Nasional yang juga jatuh pada hari ini, Selasa (23/07) di Terminal 3 Soekarno Hatta.

“Bertepatan dengan Hari Anak Nasional ini kami ingin mengapresiasi masyarakat berkebutuhan khusus dengan memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk beraktualisasi dan mengembangkan karir bergabung bersama keluarga besar Garuda Indonesia – tidak terkecuali bagi para penyandang difabel khususnya penyandang down syndrome.” Tambah Ari.

Ari menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pioneer bagi perusahaan lain untuk dapat turut memberdayakan penyandang difabel. “Kami yakin dengan memberikan kesempatan yang sama seperti masyarakat lainnya, tentunya akan menjadikan rekan-rekan kita yang berkebutuhan khusus tersebut menjadi lebih produktif sehingga kedepannya diharapkan juga dapat meningkatkan semangat dan kebanggaan mereka.”, tutup Ari.

“Adapun pelatihan praktik kerja tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan kompetensi masing-masing. Kami optimis bahwa rekan – rekan yang berkebutuhan khusus memiliki potensi yang tidak kalah dengan karyawan lainnya – terlebih jika ditempatkan di tempat-tempat yang sesuai dengan potensi mereka.”, tambah Ari.

“Garuda Indonesia juga turut mendorong sektor usaha lainnya khususnya BUMN untuk dapat terlibat langsung dalam mendukung komitmen pemberdayaan masyarakat berkebutuhan khusus ini melalui pemberian akses dan kesempatan pelatihan praktik kerja untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian masyarakat down syndrome tersebut”, tutup Ari.

Recent Posts

Kemenag: Tadarus Al-Qur’an Sebaiknya Pakai Speaker Dalam Sesuai Edaran

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menanggapi insiden warga negara asing yang memprotes kegiatan tadarus pada…

7 detik yang lalu

Kementan: Harga Daging dan Ayam di Pasar Depok Tetap Stabil Selama Ramadan 2026

MONITOR, Depok - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Depok Jaya dan Pasar…

2 jam yang lalu

Proyek JORR Mandek, Anggota DPR Ahmad Fauzi Ungkap Penyebabnya

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Ahmad Fauzi mengungkapkan, salah satu persoalan yang mengemuka…

4 jam yang lalu

Prabowo: Perundingan Dagang RI-AS Saling Menguntungkan dan Hormat

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat…

6 jam yang lalu

DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 Naik Jadi 20 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendorong Kementerian Perhubungan untuk…

8 jam yang lalu

Ramadan 1447 H, Kemenag Gelar Tadarus Online untuk Disabilitas

MONITOR, Jakarta - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama sajikan program baru pada Ramadan…

10 jam yang lalu