Garuda Indonesia Dorong Kemandirian Penyandang Down Syndrome

29
Garuda Indonesia dorong upaya kemandirian masyarakat penyandang down syndrome

MONITOR, Jakarta – Maskapai nasional Garuda Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mendorong upaya kemandirian masyarakat penyandang down syndrome dengan memberikan kesempatan pelatihan kerja bagi 4 (empat) penyandang down syndrome bekerjasama dengan Yayasan Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Persatuan Orangtua Anak Down Syndrome (Potads).

Keempat penyandang down syndrome ini berkesempatan mengikuti praktik kerja di bidang layanan dan hospitality dengan mendampingi Passengers Service Asisstance (PSA) yang bertugas di area premium check-in keberangkatan domestik maupun internasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa pelatihan kerja tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan terhadap penyandang difabel khususnya dalam mendorong upaya pemberdayaan masyarakat penyandang down syndrome untuk menjadi lebih mandiri dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

“Kami percaya kesempatan untuk beraktualisasi dan mengembangkan diri merupakan hak seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali masyarakat berkebutuhan khusus”, jelas Ari.

Hal tersebut dikatakan oleh Ari di sela-sela kunjungan agenda peringatan Hari Anak Nasional yang juga jatuh pada hari ini, Selasa (23/07) di Terminal 3 Soekarno Hatta.

“Bertepatan dengan Hari Anak Nasional ini kami ingin mengapresiasi masyarakat berkebutuhan khusus dengan memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk beraktualisasi dan mengembangkan karir bergabung bersama keluarga besar Garuda Indonesia – tidak terkecuali bagi para penyandang difabel khususnya penyandang down syndrome.” Tambah Ari.

Ari menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pioneer bagi perusahaan lain untuk dapat turut memberdayakan penyandang difabel. “Kami yakin dengan memberikan kesempatan yang sama seperti masyarakat lainnya, tentunya akan menjadikan rekan-rekan kita yang berkebutuhan khusus tersebut menjadi lebih produktif sehingga kedepannya diharapkan juga dapat meningkatkan semangat dan kebanggaan mereka.”, tutup Ari.

“Adapun pelatihan praktik kerja tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan kompetensi masing-masing. Kami optimis bahwa rekan – rekan yang berkebutuhan khusus memiliki potensi yang tidak kalah dengan karyawan lainnya – terlebih jika ditempatkan di tempat-tempat yang sesuai dengan potensi mereka.”, tambah Ari.

“Garuda Indonesia juga turut mendorong sektor usaha lainnya khususnya BUMN untuk dapat terlibat langsung dalam mendukung komitmen pemberdayaan masyarakat berkebutuhan khusus ini melalui pemberian akses dan kesempatan pelatihan praktik kerja untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian masyarakat down syndrome tersebut”, tutup Ari.