Didukung jadi Wagub DKI, Begini Respon Saifullah

114

MONITOR, Jakarta – Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI, Saifullah, belakangan ini muncul untuk menjadi Wakil Gubernur (Wagub) DKI. Ini menyusul batalnya rapat paripurna pemilihan wagub yang rencananya digelar hari ini, Senin (22/7).

Menanggapi namanya dimunculkan sebagai Wagub, Saifullah pun angkat bicara.

Menurut Saifullah, kewenangan mengusulkan nama untuk jadi wagub ada di tangan partai pengusung yakni PKS dan Gerindra.

“Soal wagub ini kan ada ditangan PKS dan Gerindra yang mengusulkan. Jadi tidak bisa usulan itu datang tiba-tiba,” ujar Saifullah kepada MONITOR, di Gedung DPRD DKI, Senin (22/7).

Dikatakan Bang Ipul, sapaan akrab Saifullah, untuk persoalan wagub ini dirinya tidak mau berandai-andai karena memang proses pemilihan wagub ini ada mekanismenya.

“Itu tadi, persoalan wagub ini PKS dan Gerindra lah yang punya kewenangan. Dan sekarang kan mekanismenya sedang berjalan. Jadi intinya saya tidak mau berandai-andai untuk persoalan Wagub ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, rapat paripurna pemilihan wagub DKI yang seharusnya digelar hari ini, Senin (22/7) batal digelar.

Melihat fakta ini, masyarakat Betawi yang notabene sebagai penduduk asli Jakarta, mengharapkan kalau kursi kosong wagub diisi oleh Putra Betawi.

“Saya kira tidak berlebihan kalau orang Betawi mengharapkan orang yang bisa duduk sebagai Wagub DKI berasal dari putra daerah yakni orang Betawi tulen,” ungkap Anggota Majelis Adat Betawi Zainuddin kepada MONITOR.

Menurut Zainuddin yang juga duduk sebagai anggota DPRD DKI dari Fraksi Golkar ini, Putra Betawi yang pantas menjabat Wagub DKI menggantikan posisi Sandiaga Uno tersebut tak lain adalah Saefullah yang sekarang ini menjabat sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta.

“Saya kira Bang Ipul-panggilan akrab Saifullah, sebagai orang Betawi pantas menjadi Wagub DKI,” tegasnya.

Dikatakan Zainuddin, peluang Bang Ipul untuk menjadi Wagub saat ini masih terbuka, melihat sampai saat ini DPRD DKI belum juga melakukan pilihan terhadap dual calon wakil gubernur (cawagub) yang disodorkan PKS dan Gerindra sebagai partai pengusung.