POLITIK

Masyarakat Perlu Memberi Masukan Jokowi Agar Selektif Memilih Menteri

MONITOR, Jakarta – Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf Amin hampir pasti akan dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang. Menariknya, kasak kusuk politik kini bergesar ke setingkat dibawahnya yaitu posisi Menteri.

Posisi yang lazim disebut pembantu presiden tersebut kini jadi sasaran banyak pihak yang merasa berjasa mengantarkan Jokowi ke singgasana untuk periode berikutnya. Ada partai politik pengusung dan pendukung, relawan, profesional keilmuan, aktifis hingga purnawirawan turut menebar pesona masuk di kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus, MH mengatakan perdebatan seputar posisi dan komposisi menteri kabinet di publik masih berkutat di seputaran jatah partai atau jatah profesional. Sementara unsur purnawirawan perlu ditambah dalam wacana perdebatan pengisi kursi menteri masih luput diperbincangkan.

“Rahasia umum bahwa pilpres lalu dilalui dengan konfrontasi politik yang panas. Rakyat terbelah, isu agama mencuat hingga istilah jihad konstitusi didengungkan,” kata Sulthan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (16/7/2019).

Menurut Sulthan, dalam hal mengamankan, eks militer disebut paling berjasa mendinamisasi proses pertarungan hingga berakhir kondusif, sehingga publik perlu memberi masukan pada presiden Jokowi untuk lebih selektif memilih calon pembantunya.

“Jangan sampai di periode terakhir pengabdian Jokowi malah tersandera oleh ketiga kelompok kepentingan. Jika mumpuni silahkan saja, tapi jika tidak kan yang rugi negara,” tegasnya.

Recent Posts

Dorong Kebijakan Pro Nelayan, KNTI: Kita Pernah Berhasil di Era Rokhmin Dahuri

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengingatkan bahwa berbagai…

57 menit yang lalu

Menaker Tegaskan Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Diminta Lebih Proaktif Tekan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan dalam aktivitas kerja.…

2 jam yang lalu

Ketua Komisi XIII DPR: Kasus PRT Dipolisikan Anggota DPRD Overcriminalization, Potensi Langgar HAM

Ketua Komis XIII DPR RI, Willy Aditya menyoroti kasus Pekerja Rumah Tangga (PRT) bernama Refpin…

2 jam yang lalu

Soroti Isu Infrastruktur Sekolah, Puan: Layanan Pendidikan yang Merata Adalah Hak Dasar Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti berbagai persoalan berkenaan dengan sarana dan…

2 jam yang lalu

Kukuhkan Pengurus ASPEKSINDO, Menteri KP ingatkan Daerah Harus Naik Kelas ke Hilirisasi Perikanan

MONITOR, Jakarta - Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) periode 2025–2030 resmi dikukuhkan pada…

12 jam yang lalu

Kemen PPPA Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, Libatkan 16 Mahasiswa

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengecam keras dugaan kasus pelecehan…

17 jam yang lalu