BERITA

Banyak Makna, Politikus PDIP : Pidato Jokowi Terapkan Sikap ‘Ilmu Padi’

MONITOR, Jakarta – Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan menilai bahwa pidato singkat yang disampaikan Jokowi pasca penetapannya sebagai calon presiden terpilih Pemilu 2019, di Gedung KPU kemarin  memiliki banyak makna.

Bahkan, ia berpandangan jika statmen tersebut menunjukan sikap mengikuti ‘Ilmu Padi’, meski posisinya masih menjabat sebagai presiden.

“Pidatonya singkat, tapi penuh makna, dan pesan moralnya banyak. Pertama, beliau ingin memperlihatkan adab atau etika yang baik, makanya beliau sempatkan hadir, walau di tengah kesibukannya dalam acara G 20 di Osaka, Jepang,” kata Arteria dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (1/7).

Selain itu, ia juga menilai bahwa Jokowi ingin melakukan penghormatan sekaligus apresiasi terhadap para patriot-patriot demokrasi khususnya KPU, yang telah bekerja keras menyelenggarakan pemilu bermartabat dan demokrasi yang sehat. 

“Apalagi setelah dikuatkan melalui Putusan MK. Putusan ini kan pada prinsipnya menguji konstitusionalitas Pemilu. Alhamdulillah, beliau bersyukur pada akhirnya beliau dapat ditetapkan secara yuridis formal dan konatitusional melalui putusan Mahkamah Konstitusi, sekaligus membantah adanya kecurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu kemarin,” sebut dia.

Dan ketiga, sambung dia, Jokowi juga ingin menunjukan penghormatan tertingginya sekaligus berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonsia.

“Rakyat sudah berbicara, rakyat sudah memberikan penilaian dan bersikap serta memutus bahkan rakyat sudah datang ke TPS-TPS untuk menentukan pilihan yang alhamdulillah memilih beliau dan diberikan kepercayaan untuk memimpin negara ini 5 tahun ke depan dalam rangka kemaslahatan bangsa” ucapnya.

Pada makna keempat, anggota komisi III DPR RI itu menilai ajakan agar semua pihak kembali bersatu, dan merajut dan menjaga persatuan dalam kebhinekaan.
 

“Kelima, beliau kembali dengan segala kerendahan hati mengajak Pak Prabowo dan Pak Sandi untuk bersama- sama membangun negara, karena negara masih membutuhkan patriot-patriot yang cinta negeri, ‘yang telah selesai dengan dirinya sendiri’, yang datang hanya untuk mengabdi,”pungkasnya sembari menilai jika pidato seorang negarawan yang patut dijadikan catatat dalam dialektika kebangsaan.

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

3 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

3 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

23 jam yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu