PERTANIAN

Kementan Persiapkan Ekspor Perdana Buah Naga ke China

MONITOR, Jakarta – Pemerintahan terus berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kedaulatan pangan terwujud melalui ketersediaan bahan pangan yang cukup dari produksi sendiri dan bukan impor.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pemerintah fokus meningkatkan produksi dengan tujuan mendorong ekspor. Salah satu potensi komoditas hortikultura adalah buah naga.

Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Badan Karantina Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan mengawal secara intensif penandatanganan protokol buah naga. Dengan demikian ekspor ke China dapat segara dilakukan dengan memenuhi ketentuan yang diatur sesuai isi protokol.

Berbagai program percepatan diupayakan secara sinergi di antaranya pembangunan bangsal pasca panen, penyediaan sarana pasca panen, bimbingan teknis GAP dan GHP, selanjutnya rehabilitasi bangunan packing house yang telah difasilitasi Kementerian Pertanian.

“Ditjen Hortikultura segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan pada kebun registrasi, khususnya untuk melaksanakan program pengendalian OPT, pengelolaan kebun dan sanitasinya, termasuk menyiapkan penjadwalan dan pencatatan hasil kegiatan monitoring dan pengendalian OPT di kebun registrasi buah naga,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik saat memimpin rapat persiapan ekspor di kantor Ditjen Hortikultura, Selasa (18/6).

Hadir dalam rapat, perwakilan dari Badan Karantina Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat dan Bali serta para eksportir.

Yasid berharap ekspor perdana buah naga dapat segera dilaksanakan. Dirinya meyakini pelaksaan ini menjadi awal bangkitnya perekonomian masyarakat petani.

“Ekspor perdana direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Hal ini menjadi awal dari bangkitnya perekonomian masyarakat petani, khususnya bagi para petani buah naga,” ucapnya.

Yasid menerangkan, antara petani dan pelaku usaha maupun pihak eksportir perlu menyatukan semangat dan komitmen untuk terus bisa menjaga kontinuitas ketersediaan buah naga.

“Petani juga harus mampu menjadi eksportir mandiri sehingga harga yang diterima petani bisa lebih tinggi dari sekarang,” pungkas Yasid.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo menyatakan sudah 24,58 hektare kebun buah naga yang teregistrasi dan masih 200 hektare lagi yang siap untuk diregistrasi.

“Provinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Banyuwangi siap untuk launching ekspor perdana komoditas buah naga ke China karena potensi Banyuwangi yang sangat besar,” pungkas Hadi.

Anto, Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar Badan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa Badan Ketahanan Pangan (OKKPP/D) bersama Ditjen Hortikultura akan menyiapkan sistem ketelusuran untuk buah naga, mulai dari kebun hingga ke rumah kemas.

Sementara itu Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Non Benih Badan Karantina Pertanian, Turhadi Noerachman menyatakan, “Saat tim GACC selesai memverifikasi kondisi kebun buah naga di Banyuwangi akan dilanjutkan dengan launching ekspor buah naga ke China di halaman kantor Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.”

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

3 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

3 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

23 jam yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu