POLITIK

Politikus Demokrat Nilai 02 Gagal Hadirkan Dalil Gugatan

MONITOR, Jakarta – Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean semakin kecewa dengan para saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Menyaksikan sidang PHPU dan mendengar para saksi, bagi saya semakin jelas. Pilpres sudah usai!” ujarnya tegas, Kamis (20/6).

Pasalnya ia menilai, kehadiran saksi-saksi 02 tak mampu memberikan bukti fakta hukum yang kuat atas permohonan gugatan yang dilayangkan Bambang Widjayanto cs.

“Deretan saksi dan alat bukti tak mampu membuktikan dalil dalam permohonan,” jelasnya.

Ia menilai sejauh ini tidak ada satupun saksi yang dihadirkan hingga saat ini yang mampu membuktikan bahwa dalil tentang kecurangan TSM itu telah terjadi.

“Menurut saya, 02 gagal dan tidak mampu membuktikan dalilnya..!!” tukas Ferdinand.

Recent Posts

LBH Gelora Desak Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Advokat KAI Bastian Sori Manalu

MONITOR, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gelora Indonesia mengutuk keras aksi penusukan terhadap Advokat…

14 menit yang lalu

Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung langkah Kementerian Investasi dan…

1 jam yang lalu

Agus Gumiwang: Siswa Vokasi Kemenperin Siap Taklukkan Kompetisi Global di Shanghai

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat kesiapan talenta muda dari sekolah vokasi naungannya untuk…

2 jam yang lalu

Kemenhaj-IPB Susun Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

2 jam yang lalu

Starling Ramadan, Kemenag Gelar Tarawih Keliling Perdana di Kemenpora

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar  Starling (Silaturahim…

3 jam yang lalu

DPR Desak Hapus Buku Kredit Korban Bencana di Sumut

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Martin Manurung menegaskan perlunya kebijakan pemulihan ekonomi…

5 jam yang lalu