POLITIK

Ingatkan Ryamizard, BPN: Jangan ikut-ikutan bergaya Orba seperti Wiranto

MONITOR, Jakarta – Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mudjahid, mengaku akan berbeda jadinya bila TNI sebagai alat negara untuk andil dalam melakukan penanganan situasi pasca Pilpres 2019.

Hal itu menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menegaskan, jangan sampai dirinya ikut turun tangan melalui TNI sebagai alat negara.

Ia pun menyinggung Ikhwal bahwa TNI pasca runtuhnya rezim orde baru (Orba) sudah mengalami reformasi.

“Kalau TNI yang dari awal turun menangani peristiwa ini, mungkin situasi lain. TNI telah mereformasi diri dan ambil pelajaran dengan baik dari posisinya yang super power tapi salah selama era Orba. TNI sekarang akan tampil lebih adil dan objektif, tidak sekadar jadi ‘watchdog’ suatu rezim,” kata Sodik kepada wartawan, Jumat (31/5).

Menurut politikus Gerindra itu, sosok seorang Ryamizard memahami betul reformasi di tubuh TNI. Ia pun menyindir sosok Menko Polhukam Wiranto yang dinilai masih bergaya pemimpin era Orba dalam menangani situasi politik terkini.

“Hanya sayang, Menko Polhukam yang eks penguasa Orba masih bergaya Orba dalam tangani peristiwa di masa reformasi ini, tapi dengan memanfaatkan Polri,” ujar wakil ketua komisi VIII DPR RI itu.

Oleh karena itu, Sodik mengingatkan Ryamizard untuk tidak bersikap seperti mantan panglima ABRI (Pangan) tersebut. Menurutnya, penanganan kasus oleh Wiranto terkesan mundur hingga 50 tahun ke belakang.

“Kepada Menhan Jenderal Ryamizard, saya ingatkan anda TNI sejati yang paham reformasi. Jangan ikut-ikutan bergaya Orba seperti Wiranto dalam menangani kasus keamanan di zaman reformasi yang oleh Menko Menko Polhukam disamakan dengan penanganan kasus di era tahun 70 sampai 90-an atau 30 sampai 50 tahun ke belakang,” sebut dia.

Sebelumnya diberitakan, Ryamizard angkat bicara soal situasi keamanan negeri selepas pemilu. Dia mengimbau semua pihak untuk benar-benar menjaga ketertiban bangsa. Bila muncul kerusuhan seperti pada 21-22 Mei 2019, menurutnya, yang merugi adalah masyarakat.

Recent Posts

Libur Paskah 2026, 352 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Jasa Marga Pastikan Layanan Optimal

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 352.578 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada…

4 jam yang lalu

Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2026 Kian Kompetitif, 143 Ribu Pendaftar Berebut Kursi Kampus Islam Berkelas Dunia

MONITOR, Surabaya – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) semakin menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi utama…

6 jam yang lalu

201 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Regional Nusantara, Naik 10,14 Persen

MONITOR, Jakarta – Arus lalu lintas di sejumlah ruas tol yang dikelola Jasamarga Nusantara Tollroad Regional…

6 jam yang lalu

DPR RI dan Parlemen Inggris Perkuat Diplomasi Konservasi

MONITOR, Jakarta – DPR RI menerima kunjungan delegasi United Kingdom All-Party Parliamentary Group (APPG) on…

10 jam yang lalu

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

22 jam yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

1 hari yang lalu